Apa Itu Sindrom Treacher Collins? Ini Penjelasan Ternyata Gangguan & Kelainan Langka Sebelum Lahir

Sindrom Treacher Collins merupakan penyakit langka yang disebabkan kelainan genetik. Kondisi ini dapat menyebabkan wajah anak terlihat tua.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Fadhila Rahma
Instagram
Surya Manurung pengidap Sindrom Treacher Collins akhirnya menikah. 

SRIPOKU.COM - Inilah penjelasan lengkap mengenai Sindrom Treacher Collins ternyata gangguan dan kelainan langka.

Baru-baru ini seorang pengidap Sindrom Treacher Collins bernama Surya Manurung menjadi sorotan.

Pasalnya Surya Manurung pengidap Sindrom Treacher Collins menikahi wanita idamannya yang cantik.

Sosok Surya Manurung sempat viral pada tahun lalu karena mengidap kelainan genetik.

Sindrom tersebut menyerang ia dan keluarganya yang belakangan dikenal keluarga Manurung.

Kabar pernikahannya pun menjadi sorotan lantaran banyak yang turut berbahagia dengan kisah Surya Manurung.

Tak hanya itu, keluarga dan saksi yang hadir juga menunjukkan rona kebahagiaan.

Lantas, apakah Sindrom Treacher Collins yang juga menjadi sorotan tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca juga: Apa Itu Hernia Inguinalis? Penyakit Baby L Anak Lesty Kejora dan Rizky Billar hingga Harus Dioperasi

Dilansir melalui health.kompas.com, Sindrom Treacher Collins (TCS) adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi perkembangan wajah, kepala, dan telinga anak sebelum mereka lahir.

Dalam halaman halodoc.com juga disebutkan jika Sindrom Treacher Collins adalah gangguan kesehatan langka yang disebabkan oleh kelainan genetik.

Pengidapnya akan mengalami kelainan pada bagian kepala hingga wajah, mulai dari bentuk telinga, kelopak mata, tulang pipi, hingga tulang rahang.

Dilansir dari Healthline, sekitar 1 dari setiap 50.000 orang dilahirkan dengan TCS.

Laki-laki dan perempuan memiliki potensi yang sama.

Beberapa anak hanya mengalami perubahan ringan pada wajah mereka, sementara yang lain mengalami gejala yang lebih parah.

Orang tua dapat mewariskan gangguan tersebut kepada anak-anak mereka melalui gen, tetapi sering kali sindrom ini berkembang tanpa peringatan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved