Berita Palembang

MA Tolak Kasasi 2 Terdakwa Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Benar putusan MA atas terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin sudah kami terima. Untuk amar putusannya

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Terdakwa Eddy Hermanto dan Terdakwa Syarifuddin saat akan keluar ruang sidang Tipikor Palembang, selasa (14/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasasi dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya, Eddy Hermanto dan Syarifuddin, ditolak oleh Mahkama Agung (MA).

Kepastiaan MA menolak kasasi dua terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya yakni Eddy Hermanto dan Syarifuddin
melalui relas pemberitahuan putusan kasasi, Nomor Putusan Kasasi 3144 K/PID.SUS/2022 atas nama dua terdakwa.

Adapun dalam putusan tersebut, menyatakan Mahkama Agung (MA) menolak permohonan kasasi dari terdakwaa Eddy Hermanto dan Syarifuddin, dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya.

"Mengadili, menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi II Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Palembang dan pemohon kasasi I terdakwa I Ir. H. Eddy Hermanto SH MM dan terdakwa II Ir H Syarifudin M.F. Membebankan kepada para terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi masing-masing sebesar Rp.2.500.00," yang tertulis diputusan majelis hakim tingkat kasasi dalam laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, seperti dikutip Sripoku.com, Minggu (25/9/2022).

Baca juga: Berkurang 1 Tahun, Hukuman Ahmad Najib Terdakwa Kasus Masjid Raya Sriwijaya Usai Banding

Kabar itu dibenarkan oleh Juru bicara PN Palembang, H Sahlan Efendi SH MH saat dikonfirmasi, Minggu (25/9/2022).

"Benar putusan MA atas terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin sudah kami terima. Untuk amar putusannya seperti yang tertera di laman SIPP PN Palembang," ujar Sahlan.

Sementara itu, dikonfirmasi pada Dr H Nurmala SH MH, selaku kuasa hukum Eddy Hermanto mengatakan pihaknya telah menerima relass atas putusan akhir dari Mahkamah Agung.

"Kami sudah mendapatkan dan baca putusan kasasi atas nama klien kami Eddy Hermanto. Dengan ditolaknya permohonan kasasi itu, artinya Mahkamah Agung memperkuat putusan banding Pengadilan Tinggi Palembang," jawabnya.

Untuk diketahui, dalam putusan banding Pengadilan Tinggi Palembang untuk Eddy Hermanto (mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya) yang sebelumnya divonis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang dengan pidana 12 tahun penjara denda Rp500 juta subsider 4 bulan.


Pada tingkat banding Hakim Pengadilan Tinggi meringankan vonis Eddy Hermanto menjadi 8 tahun denda Rp 500 juta subsider 4 bulan, dalam putusan tingkat banding tersebut, Eddy Hermanto juga dibebankan uang pengganti Rp 218.000.378.

Sedangkan terdakwa Syarifudin MF (Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya) yang sebelumnya divonis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang pidana 12 tahun penjara denda Rp 500 juta subsider 4 bulan.

Pada tingkat banding, Hakim Pengadilan Tinggi meringankan vonis Syarifudin MF menjadi 8 tahun dan 6 bulan penjara denda Rp 500 juta subsider 4 bulan.


Syarifudin MF juga dibebankan uang pengganti sebesar Rp 1.065.876.450.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved