Berita Musi Rawas

Cuaca Ekstrem Kemungkinan Bencana Bisa Terjadi, BPBD Musi Rawas Petakan Wilayah Rawan Bencana

"Kalau prediksi itu benar terjadi, tentu bencana alam baik banjir, puting beliung dan longsor, bisa saja terjadi di Kabupaten Musirawas," kata Darsan.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
Dok BPBD Musi Rawas
Petugas BPBD Kabupaten Musi Rawas saat mengecek peralatan siaga banjir di Kantor BPBD Kabupaten Mursi Rawas. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi sampai akhir tahun.

Terkait ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas menyiapkan posko 24 jam dengan personil dan peralatan siap turun.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Musi Rawas, H A Darsan saat dikonfirmasi Sripoku.com, Sabtu (24/9/2022) siang.

"Kalau prediksi itu benar terjadi, tentu bencana alam baik banjir, puting beliung maupun longsor, bisa saja terjadi di Kabupaten Musi Rawas," kata Darsan.

Dikatakan, beberapa wilayah di Kabupaten Musi Rawas termasuk kategori rawan bencana banjir, puting beliung dan longsor.

Karena hampir setiap tahun, bencana banjir, putibg beliung dan juga tanah longosr, terjadi di Kabupaten Musi Rawas.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD, wilayah yang masuk kategori rawan bencana tersebut tersebar dibeberapa kecamatan.

Wilayah yang masuk kategori rawan banjir adalah, Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi, Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu, Megang Sakti, Selangit dan Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas.

Adapun wilayah kategori rawan longsor adalah, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Kecamatan Selangit dan Kecamatan STL Ulu Terawas.

Kemudian daerah rawan puting beliung adalah Kecamatan Tugumulyo, Selangit, STL Ulu Terawas dan Kecamatan Megang Sakti.

Dijelaskan, berdasarkan hasil monitoring wilayah sungai di Kabupaten Musi Rawas, yaitu Sungai Kelingi, Sungai Lakitan maupun Sungai Musi, masih dalam kondisi normal.

"Kalau untuk debit air sungai masih normal. Namun, jika di wilayah Empat Lawang dan Curup, Bengkulu hujan lebat, itu bisa banjir di wilayah kita. Karena air bermuara di Kabupaten Musi Rawas," jelasnya.

Menyikapi situasi terkini, BPBD Musi Rawas akan membuat surat keputusan tentang status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor untuk wilayah Kabupaten Musi Rawas.

Juga akan membuat surat edaran kepada para camat dan kades untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi. "BPBD juga segera melayangkan surat ke OPD terkait dalam pelaksanaan antisipasi kejadian bencana," jelasnya.

Di samping itu, BPBD juga telah mempersiapkan personil Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) yang melaksanakan piket 24 jam setiap hari, guna merespon apabila ada kejadian bencana.

*Posko kami ada di Sekretariat BPBD Kabupaten Mura, kami sudah siaga 24 jam untuk bencana apapun kami siap turun," ungkapnya.

Selain personil masih kata Darsan, pihaknya juga sudah menyiagakan peralatan seperti live jaket, kendaraan tanki air guna suplai air bersih jika dibutuhkan warga sebanyak dua unit kapasitas 5000 liter air.

Selanjutnya alat penyuling air bersih satu unit, tenda pengungsi sebanyak lima unit dengan kapasitas 50 orang setiap tendanya.

"Kita juga siapkan pompa portebel bertekanan tinggi, penyedot air dua unit, satu unit layar monitor pendeteksi gempa terhubung langsung dengan BMKG," pungkasnya.

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved