Berita Lahat

Produksi Ikan Air Tawar di Lahat 5 Persen dari Kebutuhan, Masih Andalkan Suplai Luar Daerah

"Sampai saat ini kita masih bergantung dengan daerah lain. Jadi dari 8 ton kebutuhan per hari, Lahat baru bisa suplai lima persennya," katanya.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Ahmad Farozi
ehdi amin/sripoku.com
Untuk memenuhi kebutuhan ikan air tawar di Kabupaten Lahat, saat ini mengandalkan suplai dari luar daerah, karena produksi ikan diwilayah ini masih minim. Tampak budidaya ikan lele melalui kolam terpal yang kini digalakkan Pemkab Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Kebutuhan ikan air tawar untuk konsumsi masyarakat di Kabupaten Lahat capai 8 ton per hari. Rinciannya, ikan lele 3-4 ton dan 4 ton lainnya adalah ikan nila, mas, patin, gurame dan ikan air tawar lainnya.

Demikian dikatakan Analis Kesehatan Ikan Kabupaten Lahat, Kuncoro Nugroho, Jumat (23/9/2022).

Dikatakan, untuk penuhi kebutuhan ikan air tawar konsumsi masyarakat, hingga kini masih mengandalkan suplai dari luar daerah.

Menurutnya, Kabupaten Lahat hanya mampu menyumbang sebesar lima persen dari total jumlah ikan yang dibutuhkan masyarakat.

"Sampai saat ini kita masih bergantung dengan daerah lain. Jadi dari delapan ton kebutuhan per hari, Lahat baru bisa suplai lima persennya," katanya.

Diungkapkan, di Kabupaten Lahat tercatat ada sekitar 190 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen yang mampu budidaya secara kontinyu. Itupun khusus jenis ikan lele.

Dengan kondisi itu kata Kuncoro, kebutuhan ikan harus disuplai dari luar daerah. Seperti dari Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai penyuplai ikan nila.

Kemudian Kota Lubuk Linggau ikan lele, serta Kota Palembang dan Provinsi Lampung untuk jenis ikan lainnya.

"Untuk suplai kita, 70 persen dari Kota Manna dan Kota Lubuk Linggau, 30 persen Kota Palembang dan Provinsi Lampung," katanya.

Sebelumnya, Bupati Lahat Cik Ujang mengatakan, saat ini Pemkab Lahat terus menggalakkan kemajuan disektor perikanan. Salah satunya pemanfaatan wilayah potensi banyak air.

Tak hanya itu, pemeliharaan Lubuk Larangan dan budidaya ikan juga terus gencar dilakukan. Dikuinya, produksi ikan lokal belum bisa memenuhi kebutuhan warga lokal sehingga harus didatangkan dari daerah lain.

"Sebenarnya dengan tingginya kebutuhan ikan menjadi potensial sekali bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian," katanya.

"Kita juga akan terus berupaya, salah satunya meminta bantuan dari pusat untuk meningkatkan sektor perikanan ini," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved