Berita OKUS

Komisioner Bawaslu OKU Selatan ini Sudah 3 Tahun Geluti Bisnis Ayam Bangkok, 1 Ekor Capai Rp2 Juta

"Saat ini peliharaan ayam bangkok kita sekitar 200 ekor. Pembelinya juga banyak, tidak cuma dari OKU Selatan, tapi juga sampai ke Lampung," ujarnya.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Ahmad Farozi
alan nopriansyah/sripoku.com
Bermula dari hobbi berternak ayam, Ahmad Basid, yang juga merupakan komisioner Bawaslu OKU Selatan kini serius menggeluti bisnis ayam bangkok. Tampak Ahmad Basid tengah memberi pakan ayam bangkok di kandangnya, Jumat (23/9/2022). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Bermula dari hobbi berternak ayam, Ahmad Basid, warga Muaradua OKU Selatan kini serius menggeluti bisnis ayam bangkok. Kini dari hobbinya, berubah jadi bisnis yang menggiurkan.

Ahmad Basid yang juga komisioner Bawaslu OKU Selatan mulai tekun menggeluti ternak ayam bangkok setelah belajar lewat internet.

Pria yang akrab dipanggil ABA ini menuturkan, dia mulai coba-coba memelihara ayam bangkok sejak tiga tahun belakangan.

"Dari dulu saya memang suka pelihara ayam. Berangsur-angsur, ya terfikir, kenapa tidak kita seriusi betul-betul. Apalagi setelah saya lihat di internet, bisnis ini menjanjikan, omzetnya bisa miliaran," ungkapnya, Jumat (23/9/2022).

Melihat peluang peminat yang tinggi dan pangsa pasar menjanjikan ia makin serius dan kini bisnis itu sudah berkembang cukup besar.

"Sebelum saya tekuni, saya sudah banyak cari refrensi di internet, tentang cara memelihara ayam bangkok," katanya.

Awalnnya ia mulai menggeluti ternak ayam bangkok dengan membuat kandang di lahan 25x15 meter. Saat itu dia mulai dengan empat pasang ayam bangkok.

Seiring waktu berjalan, kini ternak ayam bangkoknya sudah ratusan ekor.

"Saat ini peliharaan ayam bangkok kita sekitar 200 ekor. Pembelinya juga banyak, tidak cuma dari Kabupaten OKUS, tapi juga sampai ke Lampung," ujarnya.

Harga jual ayam bangkok ini bervariasi dan cukup tinggi. Tergantung besar ukuran, umur dan juga jenis golongan ayam yang dijual.

"Dari anak ayam yang umur 3 minggu, sudah bisa dijual sekitar Rp100 ribu keatas. Kalau ayamnya sudah jadi dan bagus, saya pernah jual tertinggi harga Rp2 juta satu ekor, itu jenis mangon," ujarnya.

Dikatakan, beternak ayam bangkok susah-susah gampang. Namun terpenting, dalam proses pemeliharaan harus rajin dipantau kebutuhannya.

"Saya punya target kedepan, terus dikembangkan. Saya mau buat peliharaan ayam bangkok yang bibitnya asli dari Thailand atau kelas F1, ini yang bakal lebih bagus lagi," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved