Berita Musi Rawas

Cegah Rabies, Distanak Musi Rawas Targetkan Vaksin 2.000 Anjing, Kucing dan Kera

Untuk mencegah terjadinya kasus rabies, vaksinasi rabies sudah jadi agenda rutin Distannak Musi Rawas, kata drh Marzuki, Jumat (23/9/2022).

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
Dok Distannak Musi Rawas
Vaksinasi rabies sudah jadi agenda rutin Distannak Musi Rawas. Tampak petugas Distannak Musi Rawas melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan milik masyarakat. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Perikanan (Distannak) Kabupaten Musi Rawas, drh Marzuki mengatakan, pihaknya rutin melakukan vaksin rabies.

Vaksin dilakukan terhadap hewan peliharaan warga, seperti anjing, kucing dan kera. Ditargetkan, 2.000 ekor hewan peliharaan warga akan akan divaksin tahun 2022.

"Tahun ini targetnya 2.000 ekor dan sekarang sudah berjalan. Untuk kepastian realisasinya, belum dipastikan," kata Marzuki kepada Sripoku.com, Jumat (23/9/2022).

Dikatakan, vaksin difokuskan terhadap hewan peliharaan warga, Karena lebih mudah dalam pelaksanaannya.

Menurutnya, memang hewan liar yang paling berpotensi terjadinya atau membawa virus rabies. Hanya saja, untuk pelaksanaanya masih sangat sulit.

"Harusnya hewan liar, tapi susah, karena harus ditangkap dulu. Sedangkan untuk menangkapnya saja, susah. Jadi, sekarang kami fokus ke hewan peliharaan," ungkapnya.

Dikatakan, sejauh ini pihaknya belum pernah dapat laporan ada kasus rabies di Kabupaten Musi Rawas. Hanya saja, beberapa hari lalu ada kasus warga di Kecamatan Sukakarya digigit anjing liar.

"Kalau laporan belum ada. Tapi kemarin beberapa hari lalu ada warga di Kecamatan Sukakarya digigit anjing liar, tapi tidak dibawa kesini. Jadi kami tidak bisa memastikannya," katanya.

Ditambahkan, untuk mencegah terjadinya kasus rabies, vaksinasi rabies sudah jadi agenda rutin Distannak Musi Rawas.

"Ini salah satu upaya kita, agar masyarakat terbebas dari virus rabies. Karena virus ini cukup berbahaya dan tidak menutup kemungkinan bisa mengakibatkan kematian," imbuhnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved