Berita Muaraenim

Jumlah Bed Terbatas, RSUD dr HM Rabain Muara Enim Kewalahan Layani Pasien Anak yang Membludak

Dijelaskan, saat ini jumlah tempat tidur untuk perawatan anak ada 23 bed dan 20 bed untuk ICU Anak, sehingga total 43 bed. Kini Semuanya terisi penuh.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Ahmad Farozi
ardani/sripoku.com
Pihak RSUD dr HM Rabain Muara Enim mulai kewalahan layani pasien anak yang membludak, karena jumlah tempat tidur yang tersedia tidak bisa lagi menampung jumlah pasien yang akan berobat. Tampak sal perawatan anak di RSUD Rabain Muara Enim. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Sebulan terakhir pasien anak-anak membanjiri RSUD dr HM Rabain Muara Enim. Akibatnya pihak rumah sakit mulai kewalahan, karena jumlah tempat tidur yang tersedia tidak bisa lagi menampung jumlah pasien yang akan dirawat.

"Memang dalam sebulan terakhir, khusus pasien anak-anak mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat seluruh tempat tidur yang ada semuanya terisi," jelas Direktur Utama RS HM Rabain, dr Alfurqon, Kamis (22/9/2022).

Dijelaskan, saat ini jumlah tempat tidur untuk perawatan anak ada 23 bed dan 20 bed untuk ICU Anak, sehingga total 43 bed.

Kondisi saat ini, semuanya penuh. Sehingga pihak rumah sakit terpaksa harus menerima pasien yang benar-benar urgen dan berat untuk dirawat. Kalau yang masih ringan disarankan untuk dirawat.

"Penyakitnya paling banyak Ispa, lalu tipes, Demam Berdarah Dengue, dan diare," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan pasien akibat pengaruh pancaroba yang memang rentan penyebaran penyakit. Terlebih anak anak karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pencegahan dan utamakan kebersihan. Tingkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penyakit.

Dikatakan, berkaitan dengan kapasitas untuk anak-anak di RSUD Rabain Muara Enim saat ini idealnya membutuhkan beberapa ruangan khusus anak dengan kapasitas 40-60 bed.

Dan lokasinya terpusat di satu gedung khusus anak-anak dengan tujuan untuk memudahkan baik bagi pasien maupun para medis yang menanganinya. Sebab kondisi
saat ini masih terpisah-pisah.

Disebutkan, RSUD Rabain juga butuh ruang atau gedung khusus untuk jantung dan syaraf, dimana saat ini masih tergabung di sal penyakit dalam.

"Kenapa dibutuhkan gedung khusus jantung tersebut sebab RSUD Rabain merupakan rumah sakit jejaring jantung dan syaraf, jadi butuh penanganan khusus," katanya.

Selain itu, juga butuh gudang farmasi yang terpusat. Karena saat ini tempatnya masih terpisah.

Dan terakhir tempat Central Steril Suplai Departemen (CSSD) dimana itu merupakan tempat steril alat medis yang saat ada saat ini tempatnya terbilang kecil.

Apalagi CSSD itu merupakan salah satu dalam penilaian akreditasi rumah sakit.

"Kita sudah mengusulkan dan mudah-mudahan bisa terealisasi meski secara bertahap. Sebab RSUD Rabain ini adalah rumah sakit rujukan. Untuk saat ini, yang ada tentu sudah dimaksimalkan terlebih untuk pelayanan masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved