Berita OKI

Warga Desa Pagar Dewa Kabupaten OKI Persoalkan HGU PT BSMI Lampung,

Ratusan warga melakukan aksi damai di kantor Desa Pagar Dewa Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir) untuk meminta perusahaan

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Ts Winando
Ratusan warga Desa Pagar Dewa dan sekitar melakukan aksi damai di Kantor Desa Pagar Dewa Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI Provinsi Sumsel untuk meminta perusahaan BSMI segera membuka akses produksi kebun milik masyarakat, Rabu (21/9/2022). 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Ratusan warga melakukan aksi damai di kantor Desa Pagar Dewa Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir) untuk meminta perusahaan PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) segera membuka akses produksi kebun milik masyarakat.

Dalam orasinya, warga Desa Pagar Desa yang datang turut membawa spanduk bertuliskan beberapa tuntutan, salah satunya warga mendesak pihak terkait Usut Tuntas HGU PT BSMI, apabila akses produksi kebun masyarakat ditutup.

Saat dikonfirmasi salah satu pemilik kebun sawit, Hanib Riyanto menyebut kedatangannya bersama warga lain untuk mengajak pemerintah desa agar segera mendesak pihak perusahaan membuka sekat kanal menuju perkebunan masyarakat.

"Sudah 10 hari mereka melakukan penutupan akses keluar masuk panen Tandan Buah Segar (TBS) yang berada di Kecamatan Panca Jaya Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung," kata Habib Riyanto yang meminta perusahaan kembali membuka akses seperti sebelumnya.

Dikatakannya sejak beberapa tahun terakhir mayoritas warganya menggantungkan hidupnya dari berkebun dan menjual kelapa sawit.

"Sawit yang terletak di sekitar area Hak Guna Usaha (HGU) PT BSMI itu merupakan sumber kehidupan masyarakat. Dimana hampir 75 persen warga bergantung dengan kebun sawit," cetusnya, sangat berpengaruh terhadap pendapatan.

Diceritakan bahwa tuntutan yang disampaikan masyarakat juga terkait surat izin lokasi yang diperoleh PT BSMI tahun 1994 yang mendapatkan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 10.000 Hektar dengan membangun perkebunan plasma diatas lahan 7.000 Hektar.

"Semestinya sebanyak 7.000 hektar lahan plasma tersebut dibagikan kepada masyarakat di 5 desa sejak tahun 2010 lalu. Tetapi hingga kini satu hektar pun tidak kunjung dibagikan," tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Pagar Dewa Lusi Herliyawan meminta kepada seluruh warganya melakukan aksi dengan tenang serta menjaga keamanan dan ketertiban.

"Sebagai pemerintah desa, kami semaksimal mungkin meminta masyarakat supaya tetap kondusif. Tidak ada keributan dan tidak anarkis," tutur Kades Desa Pagar Dewa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved