Berita Muratara

TERUNGKAP Penyebab Puluhan Pekerja di Muratara Keracunan, Air Minum Diduga tak Dimasak Sampai Matang

Penyebabnya biologis, dari bakteri E. coli, semua pasiennya sekarang dari laporan yang kami terima sudah sehat semua

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Rahmat Aizullah
Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas Utara (Dinkes Muratara) menetapkan kasus puluhan pekerja perusahaan tambang batubara yang diduga keracunan makanan sebagai kejadian luar biasa (KLB). 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Puluhan pekerja perusahaan tambang batubara di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), yang keracunan beberapa waktu lalu dinyatakan positif terinfeksi bakteri Escherichia coli (E. coli).

Puluhan pekerja itu terinfeksi bakteri E.Coli diketahui dari hasil pengecekan sampel minuman yang dikonsumsi para pekerja dari penyedia catering di sana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara, dr Arios Saplis melalui Sekretaris Dinas, Tasman Majid mengatakan keracunan yang dialami para pekerja itu berasal dari penyebab biologis, bukan kimiawi.

"Penyebabnya biologis, dari bakteri E. coli, semua pasiennya sekarang dari laporan yang kami terima sudah sehat semua," kata Tasman Majid pada TribunSumsel.com, Rabu (21/9/2022).

Pihaknya telah meneliti sampel makanan, minuman, feses (kotoran manusia), serta muntah dari para pekerja yang mengalami keluhan dugaan keracunan.

Sampel makanan dan minuman diteliti di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Palembang.

Sementara sampel feses dan muntah diteliti di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

"Bakteri E. coli ditemukan dari sampel minumannya. Ada lima tempat catering yang kita ambil sampelnya semuanya positif E. coli. Kalau sampel feses dan muntahan dari unsur yang kita periksa semuanya negatif," jelas Tasman.

Ia menegaskan air minum yang dikonsumsi para pekerja dari catering di perusahaan tersebut bisa dipastikan tidak sehat karena dari sampel yang diteliti ternyata terkontaminasi bakteri E. coli.

"Airnya tidak sehat, terlalu banyak bakterinya, ini tentu akan kami berikan pembinaan, ada kemungkinan airnya tidak dimasak dengan sempurna, karena kalau dimasak sempurna bakteri E. coli itu akan mati," ujar Tasman.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved