Berita Pagaralam

Meski Gratis, PKL di Pagaralam Tetap tak Mau Tempati Kios Pasar Nendagung, Ternyata ini Alasannya

Meskipun berbagai program diluncurkan agar PKL mau menempati lapak didalam Gedung Pasar Nendagung, tapi PKL tetap tak mau tempati kios pasar tersebut.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Ahmad Farozi
wawan septiawan/sripoku.com
Upaya Pemkot Pagaralam menertibkan PKL menempati lapak didalam Gedung Pasar Nendagung selalu gagal. PKL beralasan jualan dalam gedung sepi pembeli. Tampak kondisi kios dalam gedung Pasar Nendagung masih kosong tidak ditempati pedagang, Rabu (21/9/2022). 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Upaya Pemkot Pagaralam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Pasar Nendagung untuk kesekian kalinya kembali gagal.

Meskipun berbagai program diluncurkan agar PKL mau menempati lapak didalam Gedung Pasar Nendagung, tapi PKL tetap tak mau tempati kios pasar tersebut.

Bahkan Pemkot tidak memungut biaya atau gratis sementara waktu kepada PKL yang akan masuk kios, namun selalu saja gagal.

Para PKL yang sudah ditertibkan dari luar gedung pasar didimasukan kedalam gedung hanya bertahan dalam hitungan hari saja.

Sepertinya Pemkot Pagaralam harus kembali memutar otak agar PKL yang berjualan diluar gedung dapat kembali berdagang didalam Gedung. Agar suasana pasar tampak bersih dan rapi.

Mili (53) seorang PKL mengatakan, dia sebelumnya sempat menem[ati kios dalam gedung Pasar Nendagung. Namun kini dia kembali berjualan diluar gedung pasar tersebut.

Alasannya, saat berjualan didalam gedung dagangannya tidak laku karena sepi pembeli.

"Jualan kami tidak laku, jadi semua pedagang kembali berjualan diluar. Kami berdoa semoga kami tidak lagi dipaksa masuk kedalam gedung karena usaha kami bisa mati karena tidak ada pembeli," ujarnya, Rabu (21/9/2022).

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni saat meninjau lokasi Gedung Pasar Nendagung mengatakan, pemkot Pagaralam sudah berupaya untuk memasukan PKL kedalam Gedung Pasar.

"Kita bahkan sudah meringankan biaya sewa kios bahkan sampai membabaskan biaya dalam waktu tertentu. Namun tetap saja lapak didalam gedung ditinggal oleh pedagang," ujarnya.

Dikatakan, dalam waktu dekat Pemkot akan berdialog atau berembuk dengan para PKL untuk mendengarkan kemauan para PKL.

"Kita akan mengajak pedagang berumbuk untuk tahu apa saja kekurangan didalam kios pasar Nendagung tersebut. Nantinya akan kita lengkapi agar para pedagang bisa masuk kedalam," katanya.

Ditambahkan, nanti dipinggir gedung Pasar Nendagung akan dibangun kios non permanen untuk merelokasi pedagang yang berjualan ditengah jalan dengan menggunakan atap plastik.

"Saat ini pedagang berjualan diakses jalan, dengan atap menggunakan plastik membuat kawasan ini tidak rapi," katanya.

"Nanti kita rencanakan disekeliling luar gedung akan kita buat kios non permanen agar terlihat lebih rapi dan jalan yang ada bisa difungsilan lagi serta bisa jadi tempat parkir motor," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved