4 Pelaku Rudapaksa Remaja di Hutan Jakarta Tidak Ditahan, Hotman Paris 'Ini tidak bisa saya jawab'

Bahkan Hotman Paris bingung harus menjawab apa ketika keluarga korban bertanya dimana keadilan untuk korban ?

Valdy Arief/Tribunnews.com
Hotman Paris Hutapea. 

SRIPOKU.COM -- Belum lama ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kasus rudapaksa yang menimpa seorang remaja asal Jakarta bernama F (13).

Melansir Kompas.com, parahnya, F dirudapksa oleh empa torang pelaku yang justri masih berusia di bawah umur, yakni sekitar 11 hingga 13 tahun.

Kejadian mengerikan ini terjadi pada 1 Septembr lalu, tepatnya di hutan kota yang berlokasi di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Kasus rudapaksa ini pun juga sampai ke telinga pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Namun, kasus ini justru sedikit membuat pria yang akrab disapa Bang hotman ini kebingungan, terlebih ketika ia mendapat pertanyaan dari keluarga korban saat ia ikut mendampinfi kasus korban.

Berkali-kali keluarga korban bertanya kepada dirinya mengenai penanganan kasus hukum korban yang menurut mereka tak menunjukkan rasa keadilan.

"Ini tidak bisa saya jawab melalui WA karena harus print dulu penjelasan undang-undang."

"Ibu ini masih menangis," kata Hotman dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Utara, dilansir dari Kompas.id, Rabu (21/9/2022).

Pengacara kondang itu pun sampai kesulitan menjawab pertanyaan dari keluarga korban.

Sebab, di satu sisi, menurut Hotman, empat pelaku yang masih anak-anak itu sudah memiliki perilaku bejat layaknya orang dewasa.

Namun di sisi lain, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak sudah tegas mengatur bahwa anak di bawah 14 tahun yang melakukan pelanggaran hukum tak bisa ditahan.

Pasal 32 menyebutkan, penahanan terhadap anak berhadapan hukum (pelaku tindak pidana) bisa dilakukan apabila yang bersangkutan telah genap berusia 14 tahun.

Pasal 21 menjelaskan bahwa anak di bawah umur 12 tahun terduga pelaku tindak pidana harus dikembalikan ke orangtuanya atau diikutsertakan dalam program pendidikan atau pembinaan yang difasilitasi negara.

"Bagaimana cara menerangkannya, undang-undang kita yang salah, atau DPR kita yang salah,” kata Hotman sembari merangkul kakak korban.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO)
Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved