Berita Musi Rawas

UPZ Mura Dikukuhkan, Bupati Minta Pengurusnya Bisa Ciptakan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Zakat

"Saya minta agar para pengurus UPZ, bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan zakat," kata Bupati Musi Rawas, Hj ratna Machmud.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud mengukuhkan pengurus UPZ Kabupaten Mura, di Auditorium Pemkab Mura.Selasa (20/9/2022). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud menegaskan, pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) adalah pekerjaan mulia. Karena bertugas mengumpulkan zakat semaksimal mungkin untuk disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.

Hal itu disampaikan bupati saat pengukuhan pengurus UPZ Kabupaten Musi Rawas, sekaligus bimtek pengurus UPZ Masjid dan OPD dilingkungan Pemkab Musi Rawas, di Auditorium Pemkab Musi rawas, Selasa (20/9/2022).

"Selamat kepada pengurus UPZ Kabupaten Musi Rawas yang telah dilantik dan dikukuhkan. Semoga amanah dan kepercayaan yang diberikan bisa dipegang teguh," kata bupati.

Ditekankan, pengurus UPZ agar melaksanakan tugas dengan tanggung jawab. Dia juga mengajak seluruh pengurus UPZ Kabupaten Mura terus berupaya mengoptimalkan pengumpulan zakat diwilayah masing-masing.

"Saya minta agar para pengurus UPZ, bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan zakat," katanya.

Menurut Bupati, pengurus UPZ memegang peranan sangat penting dalam kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mura. Karena UPZ perpanjangan tangan dari Baznas tingkat kabupaten.

"Artinya, kalian wajib bekerja mewakili Baznas sebagai lembaga negara/pemerintahan yang harus bekerja keras, untuk mengumpulkan zakat semaksimal mungkin di OPD atau lembaganya masing-masing," kata bupati.

Ketua Baznas Kabupaten Musi Rawas, KH Bahana Jaalhaq mengatakan, Baznas memiliki tugas mengelola zakat, mengumpulkan, mengadministrasikan dan mendistribusikan.

Kemudian pendayagunaan dan pengendalian, untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya mengentaskan kemiskinan minimal satu persen dari angka kemiskinan.

"Untuk programnya sendiri pertama penanggulangan kelaparan ataupun gizi buruk, itu tugas utama. Setelah selesai, kemudian pendayagunaan. Rencananya kami akan meluncurkan Z-Mat (Zakat Market) semacam toko atau market dengan mendayagunakan masyarakat," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved