Berita OKI

Perubahan Musim, Tim Gabungan Manggala Agni OKI, TNI dan Polri Tetap Lakukan Rutinitas Patroli

Hujan yang turun dalam kurun waktu seminggu terakhir hampir merata di sebagian besar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Ts Winando
Petugas patroli gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni, dan masyarakat saat memperhatikan pemetaan melalui peta lokasi, di wilayah posko Desa Cengal Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Turunnya hujan dalam kurun waktu seminggu terakhir hampir merata di sebagian besar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tidak membuat surut tim gabungan Manggala Agni, Kodim 0402/OKI dan Polres OKI, untuk tetap lakukan rutinitas patroli.

Menandakan bahwa hal tersebut sebagai peralihan musim kemarau ke musim penghujan.

"Kalau menyimak informasi dari BMKG, memang disampaikan September ini beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim hujan termasuk OKI," kata Kepala Manggala Agni Daops XVIII OKI Candra Irfansyah SHut, Selasa (20/9/2022).

Petugas patroli gabungan dari anggota Kodim 0402/OKI, Polres OKI, Manggala Akni OKI, dan masyarakat saat melakukan pengecekan Karhutlah di posko Desa Cengal Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Petugas patroli gabungan dari anggota Kodim 0402/OKI, Polres OKI, Manggala Agni OKI, dan masyarakat saat melakukan pengecekan Karhutlah di posko Desa Cengal Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir. (SRIPOKU.COM/Ts Winando)

Meskipun kondisi cuaca sekarang cenderung basah. Namun tim patroli terpadu dan mandiri tetap melakukan patroli hingga akhir September di 3 posko.

"Patroli dilakukan di posko Desa Cengal Kecamatan Cengal, lalu posko Desa Sungai Bungin Kecamatan Pangkalan Lampam dan posko di Lampung Timur," kata Candra Irfansyah karena menurutnya situasi terkini kondisi gambut memang sudah basah. Tetapi belum sampai normal semuanya terendam. 

Menurutnya hujan yang terus turun tidak boleh dibiarkan. Karena jika dalam dua atau tiga hari kedepan cuaca kembali panas maka bagian atasnya rawan terbakar.

"Tapi mudah-mudahan tidak terjadi dan kondisi cuaca tetap lembab," harap Candra Irfansyah.

Dijelaskan untuk tahun 2022 ini masuk musim penghujan lebih cepat dan kejadian karhutla di OKI tidak begitu luas karena terbantu oleh cuaca. 

Serta tetap mensupport petugas lapangan untuk selalu bersemangat patroli.

"Karena kan setelah kegiatan patroli masih ada pekerjaan menunggu lainnya yang harus dilakukan petugas seperti pemetaan jumlah lahan yang terbakar dan lainnya," papar Candra Irfansyah.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD OKI, Fahrul bersyukur saat ini kondisi cuaca basah. 

"Tidak terpantau hotspot dan karhutla. Untuk petugas masih berada di lapangan," pungkas Candra Irfansyah.

 

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved