Berita Musi Rawas

TKI Asal Musi Rawas yang Kerja ke Luar Negeri Didominasi Asisten Rumah Tangga

Dari total jumlah TKI tersebut, didominasi asisten rumah tangga sebanyak 20 orang. Selebihnya 5 orang kerja di perusahaan dan 1 orang asisten lansia.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Agus Tomi, Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Musi Rawas 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi rawas, jumlah tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Musi rawas yang bekerja ke luar negeri saat ini tercatat 26 orang.

Rinciannya, 5 TKI kerja ke Taiwan, 13 kerja ke Malaysia, 6 kerja ke Hongkong dan 1 TKI kerja ke Arab Saudi.

Dari total jumlah TKI tersebut, didominasi asisten rumah tangga (ART) sebanyak 20 orang. Selebihnya 5 orang kerja di perusahaan dan 1 orang kerja sebagai asisten lansia.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Musi Rawas, Agus Tomi mengatakan, antusias masyarakat Kabupaten Mura untuk jadi TKI cukup tinggi..

"Antusias masyarakat cukup tinggi, bahkan hampir setiap tahun selalu ada warga Musi Rawas yang berangkat ke luar negeri untuk menjadi TKI," kata Agus saat diwawancarai Sripoku.com, Senin (19/9/2022).

Dikatakan, karena tingginya minat masyarakat untuk kerja jadi TKI di luar negeri, maka pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar jadi TKI yang terdaftar dan legal.

"Jangan sampai mereka menjadi TKI yang ilegal. Karena, kalau ilegal tidak bisa dipantau keberadaan dan kondisinya," katanya.

Disebutkan, keuntungan jadi TKI legal atau terdaftar, Pemkab Musi Rawas bisa melakukan pengawasan. Sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, pemerintah bisa memberikan perlindungan.

"Alhamdulillah semuanya legal, dan selama ini belum pernah dapat informasi TKI asal Kabupaten Mura yang tersandung kasus atau mendapat kekerasan," ungkapnya.

Dijelaskan, untuk jadi TKI, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Yakni surat permohonan rekomendasi calon pekerja migran Indonesia (CPMI), surat izin perekrutan PMI, perjanjian penempatan, KTP, ijazah, pas foto, KK, surat kuning dan buku nikah.

"Kemudian, juga harus mendapat surat ijin, baik ijin dari orang tua. Setelah berkas lengkap, calon TKI harus datang dengan perusahaan jasa pendamping," ungkapnya.

Ditambahkan, para TKI kerja keluar negeri biasanya dengan sistem kontrak selama dua tahun.

"Setelah kontrak habis, maka harus kembali lagi ke Indonesia untuk mengurus kembali berkas perpanjangan kontraknya," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved