Berita Prabumulih

Pria di Prabumulih ini Mengaku Beli Hp dari OTD Lalu Jual ke IRT, Keduanya Lantas Ditangkap Polisi

"Setelah diselidiki, kita dapati handphone ada di seorang ibu rumah tangga. Lalu dilakukan penangkapan di rumahnya," ujar kapolsek, Senin (19/9/2022).

Editor: Ahmad Farozi
edison/ts
Seorang pria berinisial RF (39) dan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SN ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur karena membeli Hp hasil pencurian. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Seorang pria berinisial RF (39) dan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SN ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur.

RF yang merupakan warga Kelurahan Sindur Kecamatan Cambai dan SN warga Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Timur ditangkap karena diduga membeli Handphone (Hp) hasil curian atau penadah.

Kini keduanya terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Witdiardi melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Bobby Eltarik didampingi Kanit Reskrim Ipda Haryono mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap atas laporan Leni Hasmita (33).

Dalam laporannya Leni Hasmita yang tercatat sebagai warga Perumnas Prabu Sejahtera Kelurahan Muaradua itu mengaku kehilangan handphone, diduga dicuri.

Mendapat laporan itu, tim opsnal Polsek Prabumulih Timur melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengetahui keberadaan handphone yang dilaporkan hilang tersebut.

"Setelah kita selidiki, kita dapati handphone ada di seorang ibu rumah tangga. Lalu kita lakukan penangkapan dikediamannya," ujar kapolsek, Senin (19/9/2022).

Setelah diamankan dan diintrogasi, SN mengaku membeli handpone dari temannya, RF. Polisi kemudian bergerak menangkap RF.

Setelah ditangkap, RF juga mengaku membeli handpone yang dijualnya kepada SN tersebut dari orang tidak dikenalnya (OTD).

"Kami lalu mengamankan keduanya dan akan terus mengembangkan kasus ini," tegas Kapolsek.

Atas perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan barang curian dan diancam hukuman 4 tahun penjara.

Sementara dua pelaku membantah keduanya sengaja membeli atau menadah handphone diduga hasil curian tersebut. (edison/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved