BOBOTNYA 3.106 Karat, Berlian Terbesar Dunia Disimpan Ratu Inggris, Afsel Kirim Petisi: Kembalikan

Berlian terbesar di dunia dengan bobot sekitar 3.106 karat awalnya dibeli oleh pemerintah Transvaal Afrika Selatan pada 1907

Editor: Wiedarto
.(AP PHOTO/JANE BARLOW)
Raja Inggris Charles III, tengah, dan anggota keluarga kerajaan lainnya mengadakan vigili di peti mati Ratu Elizabeth II di Katedral St Giles, Edinburgh, Skotlandia, Senin 12 September 2022. 

SRIPOKU.COM, LONDON--Setelah kematian Ratu Inggris pada 8 September, sebuah berlian yang dikenal dengan sebutan Great Star of Africa atau Cullinan I memicu perdebatan besar antara Afrika Selatan dengan kerajaan Inggris.

Masyarakat Afrika Selatan meminta kerajaan Inggris untuk mengembalikan berlian tersebut. Saat ini, berlian tersebut berada di mahkota dan tongkat Ratu Elizabeth II.


Berlian terbesar di dunia dengan bobot sekitar 3.106 karat awalnya dibeli oleh pemerintah Transvaal Afrika Selatan pada 1907, karena pada saat itu Afrika Selatan berada di bawah kekuasaan Inggris.

Maka sebagai bentuk penghormatan pemerintah Afrika kepada Raja Inggris saat itu yaitu Raja Edward VII.

Berlian tersebut lantas diberikan sebagai bentuk hadiah kepada otoritas Inggris, seperti dikutip dari CNN International, Minggu (18/9/2022).

Seiring berjalannya waktu, bongkahan berlian tersebut dipotong menjadi 9 bagian, potongan berlian berwarna merah muda yang paling besar disematkan pada ujung tongkat kerajaan milik Ratu Elizabeth II, sementara potongan Cullinan II lainnya diletakan di mahkota yang kerap dipakai para pemimpin Kerajaan Inggris.


“Berlian Cullinan diberikan kepada Raja Edward VII (raja Inggris saat itu) pada tahun 1907, dua tahun setelah penemuannya di tambang pribadi di Afrika Selatan. provinsi Transvaal lama,” jelas Royal Collection Trust, yang mengawasi koleksi kerajaan keluarga kerajaan Inggris.

Namun tak lama usai Ratu Elizabeth II mangkat, lebih dari 6.000 orang di Afrika Selatan menandatangani petisi yang meminta agar kerajaan Inggris mengembalikan Great Star sehingga berlian langka tersebut dapat dipajang di museum Afrika Selatan.

Meski pemilik Great Star of Africa dan batu permata lainnya yang ditambang dari negara itu hingga kini masih menjadi perdebatan, akan tetapi rakyat Afrika Selatan menilai bahwa berlian itu sebenarnya milik warisan leluhur mereka.

Alasan tersebut yang membuat ribuan orang Afrika Selatan memandang akuisisi permata berlian oleh Inggris ini tidak sah.

"Berlian Cullinan I harus dikembalikan ke Afrika Selatan dengan segera," kata aktivis asal Afrika Selatan, Thanduxolo Sabelo.

Tak hanya meminta berlian dikembalikan, masyarakat Afrika Selatan bahkan menuntut kerajaan Inggris untuk membayarkan biaya kompensasi atas berlian, emas serta batu permata yang telah diambil Inggris selama masa penjajahan.

“Kami mengalami kemiskinan yang menyakitkan, kami juga menghadapi masalah pengangguran massal dan meningkatnya tingkat kejahatan karena penindasan dan kehancuran yang disebabkan oleh Ratu Elizabeth dan nenek moyangnya. Berlian Cullinan harus dikembalikan ke Afrika Selatan dengan segera," ujar Sabelo.

Menanggapi kritikan pedas warna negaranya yang meminta berlian Ramaphosa II dikembalikan, presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa justru tampak acuh dengan terus mengirimkan ucapan belasungkawa atas kematian Ratu Elizabeth II bahkan Ramaphosa dipastikan hadir pada pemakaman Ratu yang digelar pada Senin (19/9/2022).

 


Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved