Wanita Muda Tewas Dikontrakan

Wanita Muda Meninggal Dikontrakan Kota Lubuklinggau, Bekerja di Kota Palembang, Belum Menerima Gaji

Gadis berusia 25 Tahun yang bernama Rami Aini yang ditemukan tewas didalam kontrakan di Kota Lubuklinggau Provinsi Sumsel

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Ts joy
Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara dan dibanti anggota Kodim Lubuklinggau dan warga mengangkat korban dari kontrakan Wisma Ria akan dibawa ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau untuk dilakukan pemeriksaan, Minggu (18/9/2022). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Gadis berusia 25 Tahun yang bernama Rami Aini yang ditemukan tewas didalam kontrakan di Kota Lubuklinggau Provinsi Sumsel (Sumatera Selatan) ternyata bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Kota Palembang.

Rami Aini meninggalkan kesan tersendiri, sebelum meninggal. Dirinya belum sempat mengambil gaji terakhir sebagai ART.

Korban Rami ditemukan oleh pemilik kontrakan Jl Langsana RT 01 Kelurahan Marga Rahayu Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Minggu (18/9/2022), telah meninggal, karena sakit.

Saat itu, teman korban yang datang ingin mengantar sarapan dan memberikan uang gaji terakhir sebagai asisten rumah tangga di Kota Palembang.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara menyampaikan, pukul 08.00 ada teman korban Raji Utomo datang ke kontrakan Wisma Ria, untuk mengantar sarapan dan uang  gaji korban.

"Saat Raji Utomo mengetuk pintu kamar korban, namun tidak ada respon dari dalam kamar," kata Robi saat dikonfirmasi wartawan.

Kemudian Raji memanggil Maria pemilik kontrakan, keduanya memanggil korban dan mengetuk pintu kamar bersama-sama, setelah tidak ada respon dari dalam kamar Maria memanggil suaminya Candra untuk mengintip dari lobang fentilasi.

"Ketika Candra menarik hordeng melihat dalam korban dalam posisi tergeletak di atas kasur, namun saat di panggil - panggil tidak ada jawaban," ungkap Kasat Reskrim AKP Robi Sugara. 

Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar, Maria menghubungi Hendri ketua RT dan Polisi untuk sama-sama membuka pintu dengan cara memecahkan kaca samping pintu wisma.

"Setelah pintu dibuka ditemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dengan posisi miring ke kanan sambil memeluk bantal guling," ungkap AKP Robi Sugara.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk dilakukan pemeriksaan.

Hasil identifikasi pihak kepolisian bersama pihak rumah sakit yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Jemi Amin Gumayel tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Hasil interogasi keluarga, didapat informasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung, korban baru tiba dari kota Palembang dan bekerja sebagai ART di Palembang," ujar AKP Robi Sugara.

Rencananya sebelum kembali ke desanya, korban menginap dulu di kota Lubuklinggau, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan uutopsi bedah mayat dan membuat pernyataan tertulis dihadapan penyidik Sat Reskrim.

"Kemudian jenazah dibawa pihak keluarga ke desanya untuk dimakamkan," ungkap AKP Robi Sugara. (joy)

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved