Berita Lubuklinggau

'BERENTI Ngintip di Rumah Aku' Resedivis Bacok Jaga Malam di Lubuklinggau

Korbannya, A Fendi (44) warga Jalan H. Matnur RT.2, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat.

Editor: Yandi Triansyah
handout
Resedivis pecah kaca Beri Irawan, membacok seorang petugas jaga malam di Kota Lubuklinggau, Minggu (18/9/2022). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Resedivis pecah kaca Beri Irawan, membacok seorang petugas jaga malam di Kota Lubuklinggau, Minggu (18/9/2022).

Beri Irawan menuding jaga malam itu suka mengintip di rumahnya, sehingga ia emosi dan membacok korban.

Akibat perbuatannya itu, Beri Irawan warga RT. 9 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap Polisi.

Residivis kasus pecah kaca di Kota Padang, Sumatera Barat ini ditangkap karena menganiaya penjaga malam hingga masuk rumah sakit.

Korbannya, A Fendi (44) warga Jalan H. Matnur RT.2, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat.

Fendi mengalami luka robek di kepala akibat dibacok pelaku.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara menjelaskan pelaku melakukan penganiayaan kepada korban terjadi Rabu 14 September 2022 sekira pukul 21.00 WIB.

"Lokasinya di pos pangkalan ojek Jalan Patimura RT.9 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Lubuklinggau Barat I," ungkapnya Robi, Minggu (18/9/2022).

Kasat menjelaskan, korban merupakan penjaga malam di lingkungan tempat tinggalnya, malam itu tiba-tiba didatangi tersangka yang membawa senjata jenis parang.

"Saat bertemu tersangka berkata berentilah kau ngintip-ngintip rumah aku dan dijawab korban dak katek aku ngintip (Tidak saya ngintip)," ungkapnya.

Diduga karena kesal tersangka langsung mengayunkan parangnya dua kali ke kepala korban, kemudian menendang perut hingga korban terjatuh.

"Akibatnya korban mengalami luka robek pada bagian kepala. Setelah itu tersangka langsung kabur, Korban ditolong oleh warga dan dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Sementara, kasusnya dilaporkan ke Polres Lubuklinggau. Berdasarkan laporan, Kasat Reskrim memerintahkan Tim Macan melakukan penyelidikan, Jumat 16 September kemarin didapatkan informasi tersangka berada di rumahnya.

"Setelah memastikan keberadaan pelaku Kanit Pidum Ipda Jemmy Amin Gumayel melakukan penangkapan tanpa perlawanan di rumahnya," ungkapnya.

Dari tangan tersangka diamankan satu bila parang yang diduga digunakan pelaku untuk membacok beri.

"Hasil interogasi tersangka Beri adalah residivis kasus pecah kaca di Kota Padang, Sumatera Barat pada 2018 dan menjalani hukuman di Lapas Batu Sangkar," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved