Berita Muba

Pelaku Pengeboran Minyak yang Muncrat Setinggi 10 Meter di Keluang Muba Ditangkap

"Awalnya para pelaku mengebor sumur tersebut. Namun saat bor dicabut ternyata ada semburan minyak disertai gas sehingga mencemari lingkungan sekitar".

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Tiga pelaku pengebor minyak illegal ketika diamankan oleh Polres Muba. Tampak para pelaku ditampilkan saat rilis di Mapolres Muba, Jumat (16/9/2022). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Jajaran Polres Musi Banyuasin (Muba) mengamankan para pelaku Illegal Driling yang mengakibatkan semburan minyak setinggi 10 meter di Dusun Kampung Baru kelurahan Keluang kecamatan Keluang Kabupaten Muba.

Mereka adalah, Karjaya Yusuf, Eka Candra, dan Robin, semuanya merupakan warga Lampung. Sedangkan pemilik sumur berinisial CN, SL, NP, BN serta pemilik lahan WW dan AM warga Keluang, masih dalam pengejaran.

Kabag Ops Polres Muba Kompol Rivow Lapu, didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Rio dan Kasubag Humas AKP Susianto mengatakan, penangkapan para pelaku berdasarkan laporan adanya aktivitas illegal driling hingga menyebabkan minyak menyembur ke atas hingga berhari-hari.

"Awalnya para pelaku mengebor sumur tersebut. Namun saat bor dicabut ternyata ada semburan minyak disertai gas sehingga mencemari lingkungan di sekitarnya," ujarnya dalam pres rilis di Mapolres Muba, Jumat (16/9/2022).

Akibatnya, limbah minyak yang menyembur mengotori lingkungan termasuk sungai di dekatnya. Dampaknya, terjadi kerusakan lingkungan yang parah di wilayah tempat menyemburnya minyak.

"Kemudian Unit Pidsus Sat Reskrim Polres Muba dibackup oleh Polda Sumsel bersama-sama ikut melakukan penangkapan para pelaku yang menyebabkan semburan gas dari aktivitas illegal driling tersebut," jelasnya.

Untuk antisipasi dilokasi semburan minyak, pihaknya sudah menetapkan status quo dan personil juga sudah dikerahkan untuk mengamankan lokasi.

"Jika kemarin banyak warga sekitar yang mengambil minyak mentah disana, baik itu di sungai maupun di area sumur yang meluber, maka sudah kita pastikan saat ini tidak ada lagi. Jadi tempat tersebut benar-benar sudah kita amankan," tegasnya.

Selanjutnya kepada para pelaku akan diterapkan Pasal 52 UU RI tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp60 Milyar.

Sementara itu salah satu Pelaku bernama Robin mengaku jika dirinya sudah terbiasa melakukan pengeboran minyak.

"Awalnya saya diajak teman dari Lampung. Banyak juga yang ikut kerjaan ini yang datang sendirian dari Lampung. Saya paham resikonya, tapi terpaksa karena tidak ada kerjaan lagi," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Eka Candra bahwa ia juga diajak teman untuk melakukan pengeboran dan sudah berjalan selama satu bulan terakhir. Untuk setiap meter pengeboran dia dihargai Rp35 ribu.

“Untuk alat-alat mereka semua yang menyiapkan. Kami cuma mengebor saja upahnya per meter Rp35 ribu dan yang mengebor pada lokasi itu kami bertiga," katanya.

Dikatakan, sebelum terjadi semburan, kedalaman sumur yang mereka bor sudah mencapai 140 meter. "Sesudah kita bor dan selesai baru minyak itu keluar,” ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved