Berita Musi Rawas

Musi Rawas Butuh 42 Anggota Panwascam untuk 14 Kecamatan, Bawaslu Mulai Lakukan Perekrutan

Ketua Bawaslu Musi Rawas, Oktureni Sandhra Kirana mengatakan, tahapan rekruitmen Panwascam saat ini masih dalam tahapan pengumuman.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Oktureni Sandhra Kirana, Ketua Bawaslu Musi Rawas. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, mulai merekrut Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

Jumlah anggota Panwascam yang dibutuhkan untuk mengisi 14 kecamatan yang akan bertugas di Pemilu 2024 itu, sebanyak total 42 orang.

Ketua Bawaslu Musi Rawas, Oktureni Sandhra Kirana mengatakan, tahapan rekruitmen Panwascam saat ini masih dalam tahapan pengumuman yang akan dilaksanakan hingga 21 September mendatang.

Selanjutnya tahap pendaftaran dan penerimaan berkas calon akan dilakukan pada 21-27 September mendatang," kata Oktureni, Kamis (15/9/2022).

Menurutnya, untuk pendaftaran bisa dilakukan secara online ataupun dengan datang langsung ke Sekretariat Bawaslu Kabupaten Musi Rawas di Muara Beliti. Pendaftaran secara online untuk memberikan kemudahan kepada peserta yang lokasinya jauh dari Sekretariat Bawaslu.

"Sebenarnya kalau mengikuti website Bawaslu, di sana lengkap. Untuk yang jauh, juga bisa mengunduh berkas pendaftaran. Jadi sesuai petunjuk Bawaslu, kita manfaatkan kemajuan teknologi," jelasnya.

Dikatakannya, rekrutmen Panwascam sendiri dilakukan serentak se-Indonesia, sehingga pada prosesnya tetap sama. Khususnya untuk Kabupaten Mura sendiri dibutuhkan 42 anggota panwascam untuk 14 Kecamatan.

"Kita butuhnya 42 orang untuk menjadi panwascam untuk 14 Kecamatan dalam Kabupaten Mura. Jadi 1 kecamatan itu 3 orang panwascam," jelasnya.

Hanya saja sambung Oktureni, dalam rekrutmen Panwascam tetap memperhatikan keterwakilan perempuan. Bahkan, dalam draf yang ada, keterwakilan perempuan akan lebih ditonjolkan.

"Namun tetap kita merujuk pada undang-undang yang berlaku. Atau rujukan dasarnya adalah UU nomor 7 tahun 2017 dan surat keputusan (SK) Bawaslu RI," ucapnya.

Sednagkan untuk sarat masih kata Oktureni, yakni minimal tamatan SLTA atau SMA, berwarga negara Indonesia dan menyertakan surat kesehatan jasmani dan rohani, serta mengisi beberapa surat pernyataannya.

"Tapi Bawaslu memberikan kemudahan untuk masyarakat, dimana peserta cukup melampirkan surat sehat jasmani dulu, untuk surat sehat rohani bisa menyusul setelah selesai," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved