Bak Film Koboy, Sandra Warga Bayung Lencir Gunakan Pistol Mainan Pecatan Polisi Tewas Ditembak

Aksi penculikan terhadap 5 orang warga Kecamatan Bayung Lencir, akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim gabungan Polsek Bayung Lencir

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Aksi penculikan terhadap 5 orang warga Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir, Rabu (14/9/2022) malam akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim gabungan dari Polsek Bayung Lencir, Polsek Babat Supat dan Satreskrim Polres Muba. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU — Aksi penculikan terhadap 5 orang warga Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir, Rabu (14/9/2022) malam akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim gabungan dari Polsek Bayung Lencir, Polsek Babat Supat dan Satreskrim Polres Muba. 

Kasus tersebut terjadi ketika kelima korban yakni Oma (65), Abdul Rahman Sayuti (35), Ujang (37), Sahwal rensusu panjaitan (30) dan Rusdi (50) semuanya warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir sedang bermain gaple.

Saat itu 4 orang yang mengaku anggota kepolisian dari Polda Sumsel mendatangi kelima korban dan langsung mengangkut kelimanya kedalam mobil.

Pada saat didalam mobil pelaku meminta uang tebusan terhadap korban sebesar Rp30 juta.

“Kronologis kejadian korban lima orang sedang bermain gaple di depan rumah salah satu korban. Saat itu para pelaku datang mengaku anggota polisi dengan mengelurkan senpi, mereka langsung dibawa kedalam mobil dan meminta tebusan sebesar Rp30 juta,”kata Kapolres Muba AKBP Siswandi SIK melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Rio SIK, Kamis (15/9/2022).


Lanjutnya, setelah minta tebusan kepada salah satu korban terhadap keluarganya, keluarga korban lantas curiga terhadap kejadian tersebut dan melaporkan kejadian yang ada ke Polsek Bayung Lencir.


“Usai mendapat laporan, petugas langsung mengejar dan berkoordinasi dengan Polsek Babat Supat yang langsung secara bersama-sama turut lakukan pengejaran. Pada saat di Babat Supat ditemukan mobil Daihatsu Xenia dengan nopol  BG 1240 IP dan langsung diberikan tembakan peringatan,"ungkapnya.


Setelah diberikan tembakan peringatan, pelaku tidak mau berhenti, lalu anggota menembak ban mobil pada bagian belakang. 


"Mobil berhenti dan keluarlah dua pelaku dari mobil yakni Ahmad Emza sambil mengacungkan senjata api mainan jenis revolver ke anggota, melihat itu anggota mundur sedikit, tapi anggota langsung mengeluarkan tembakan peringatan,"

"Namun tidak digubris lalu diberikan tindakan tegas dan terukur hingga mengenai salah satu pelaku Ahmad Emza tepat dikepala dibagikan belakang," tambahnya.


Adapun pelaku Pelaku yang meninggal adalah Ahmad Emza (30) sementara tiga pelaku lainnya adalah Egi Muzakkir (27), Febriansyah (33) warga Sukabangun II, terakhir Ardiansyah (25) warga Karang Anyar Gandus Palembang.
 

“Empat orang pelaku berhasil diamankan, bahkan satu orang meninggal dunia karena terkena luka tembak dibagian kepala dan kaki pada saat penyergapan," katanya.

"Pada saat dilakukan pemeriksaan, salah satu pelaku Ahmad Emza yakni pecatan polisi tahun 2021 pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama, ada dua LP pernah dilakukan pada bulan Mei 2022. Untuk pelaku yang terluka dilakukan perawatan pada Puskesmas terdekat, sedangkan 2 lagi dititipkan pada Polsek Betung,” jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved