Berita Muratara

38 Calon Kades di Muratara Tak Hadiri Deklarasi Damai, Bupati Devi Pertanyakan Alasan tak Hadir

Ketua panitia tingkat kabupaten Pilkades Muratara 2022, Alfirmansyah menyampaikan ada sebanyak 180 calon Kades yang akan bertarung di 50 desa.

Editor: Ahmad Farozi
rahmat/ts
Deklarasi damai calon Kades yang akan mengikuti Pilkades serentak tahun 2022 di 50 desa di Kabupaten Muratara, digelar di Gedung Serba Guna Desa Simpang Nibung, Kamis (15/9/2022). 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Sebanyak 38 calon kepala desa (Kades) tidak menghadiri deklarasi damai Pilkades serentak tahun 2022 di 50 desa di Kabupaten Muratara, Kamis (15/9/2022).

Ketua panitia tingkat kabupaten Pilkades Muratara 2022, Alfirmansyah menyampaikan ada sebanyak 180 calon Kades yang akan bertarung di 50 desa pada 22 September nanti.

"Awalnya yang mendaftar ada 187 bakal calon, kemudian ada tes tertulis di tiga desa dan gugur 7 orang, sehingga total yang ikut kontestasi Pilkades 2022 ini sebanyak 180 orang calon," katanya.

Alfirmansyah mengatakan dari 180 calon Kades, yang menghadiri deklarasi damai di gedung serbaguna Desa Simpang Nibung tersebut sebanyak 142 orang, dan yang tidak hadir 38 orang.

Seluruh calon Kades yang hadir sudah menandatangani surat pernyataan di atas materai bahwa akan melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab atas ikrar damai yang telah diucapkan.

"Apabila mereka terbukti tidak melaksanakan ikrar tersebut maka mereka harus siap menerima apapun konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Bupati Muratara, Devi Suhartoni mengatakan sudah meminta pantia Pilkades untuk memanggil dan menanyakan alasan 38 calon Kades yang tidak menghadiri deklarasi damai tersebut.

"Yang tidak hadir itu saya minta pantia memanggilnya kenapa dia tidak hadir, kalau dia tidak mau deklarasi damai terus jika nantinya tidak damai di desanya, saya sikat dia," tegas Devi.

Pihaknya akan mengambil tindakan sangat tegas bila nantinya ada calon Kades atau tim pendukungnya yang berbuat keributan.

Devi menegaskan bahwa Pilkades Muratara 2022 harus gembira dan damai, tidak keributan, pemblokadean jalan, atau pengerusakan fasilitas umum.

"Tagline kita demokrasi gembira dan damai, tidak ada ribut, tidak ada penutupan jalan, tidak ada perusakan fasilitas umum," tegasnya.

Devi menambahkan, seluruh calon Kades beserta timnya diminta untuk tidak saling menjelek-jelekkan, memprovokasi, dan membuka aib calon yang lain.

Menurut dia, calon Kades yang menang nantinya sudah ada takdirnya, sehingga yang kalah harus menerima kenyataan dengan ikhlas dan lapang dada.

"Jangan bertulis-tulis di facebook yang sifatnya menjelekkan, memprovokasi, membongkar aib-aib satu sama lain yang tidak perlu," katanya. (rahmat aizullah/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved