Berita OKI

Berkas Perkara Pembunuhan Kades Kuala 12 Dilimpahkan ke Kejari OKI, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Pelimpahan berkas perkara pidana tersebut dinyatakan sudah lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKI, Rabu (14/9/2022).

Editor: Ahmad Farozi
nando/ts
Tersangka Ari Anggara (29) saat dimintai keterangan di Kejaksaan Negeri OKI, Rabu (14/9/2022) sore. (nando/ts) 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Berkas perkara tersangka Ari Anggara (29) pelaku pembunuhan kepala Desa Kuala 12 Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI.

Pelimpahan berkas perkara pidana tersebut dinyatakan sudah lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKI, Rabu (14/9/2022).

Kepala Kejari OKI Dicky Darmawan melalui Kasi Pidana Umum M Arif Yunandi mengatakan, pihaknya telah menerima berkas perkara tersebut.

"Hari ini kita menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti perkara pembunuhan Kades Kuala 12 Kecamatan Tulung Selapan, dari penyidik Polsek Tulung Selapan, Polres OKI, karena sudah lengkap," ungkapnya.

Sebelumnya berkas perkara ini telah dilakukan penelitian oleh JPU sampai akhirnya dinyatakan lengkap.

"Dalam perkara pembunuhan kades ini untuk jaksa yang ditunjuk yakni Rila Febriana. Berkas perkaranya secepatnya kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Kayuagung," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres OKI AKBP Dili Yanto melalui Kapolsek Tulung Selapan AKP M Firmansyah menyebutkan, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jum'at (29/72022).

Terjadi saat tersangka sedang duduk di teras rumahnya dan tidak berselang lama korban lewat didepannya hendak melaksanakan sholat Maghrib.

"Disaat melintas korban melihat tersangka tetapi tidak menegurnya. Selain tersinggung ditambah lagi adanya dendam lama, kemudian tersangka masuk ke dapur dan mengambil pisau dan mencari korban," ujar kapolsek.

Sewaktu korban sedang ngambil air wudhu didampingi oleh dua orang saksi bernama Anang dan Rizal disitulah tersangka menikam punggung korban.

"Setelah beberapa kali ditusuk, tubuh korban pun terjatuh ke sungai. Sedangkan dua orang saksi dilokasi langsung lari ketika melihat korban ditikam," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaannya sementara diperoleh keterangan tersangka dendam kepada korban dan disangkakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Dari pemeriksaan juga didapati kalau kondisi kejiwaan korban normal (bukan orang dalam gangguan jiwa) dan tidak dalam pengaruh narkoba dikarenakan hasil tes urine negatif,"

"Maka atas perbuatannya Ari Anggara diancam hukuman penjara minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati," pungkasnya. (nando/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved