Berita Lubuklinggau

Apresiasi Polres Lubuklinggau Tangkap Pengunjal BBM, Nanan Minta Ditangkap Pelaku Jual ke Industri

Nanan berharap yang ditangkap pihak kepolisian adalah pengepul atau pengunjal yang menjual BBM subsidi kepada para pelaku usaha alat berat industri.

Editor: Ahmad Farozi
eko hepronis/ts
SN Prana Putra Sohe (Nanan) Walikota Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengapresiasi langkah Polres Lubuklinggau melakukan tindakan tegas kepada pengunjal BBM bersubsidi di Kota Lubuklinggau.

"Kita bersyukur Kapolres telah melakukan sidak menangkap dan melakukan hilirisasi ke penampung yang memang menjual ketempat lain," ungkap Nanan, sapaan akrab Walikota Lubuklinggau, Rabu (14/9/2022).

Hanya saja Nanan tidak sependapat bila yang ditangkap oleh pihak kepolisian adalah masyarakat yang menjual minyak eceran.

"Kalau pengecer untuk tidak ditangkap, dan berharap polisi jeli melihat dilapangan, antara pengunjal dan pengecer," ujarnya.

Nanan pun sangat berharap yang ditangkap pihak kepolisian adalah pengepul atau pengunjal yang menjual BBM subsidi kepada para pelaku usaha alat berat industri.

"Harapannya yang diungkap itu pelaku yang mengepul ke suatu tempat atau sengaja ke alat berat atau pengepul yang keliling menjual ke pengecer," ungkapnya.

Menurut Nanan di Lubuklinggau saat ini tidak ada alat berat. Karena Lubuklinggau bukan kota industri, kalau pun ada alat berat hanya beroperasi untuk mengeruk tanah dan bila diberi dexlite pasti akan muntah.

"Di Linggau ini hanya ada alat berat bersihkan tanah, apabila diberi dexlite akan muntah, kasian mereka kalau mau bawa traktornya ke SPBU langsung kan lucu," ujarnya.

Solusi kedepan pihaknya bersama Hiswana migas diback up oleh Pertamina, mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi untuk wilayah Lubuklinggau.

"Karena apabila banyak akan jadi incaran orang lain, walau pun kita ada tetap ada pembatasan," ungkapnya.

Selain itu kedepan, pihaknya akan melakukan pemantauan dengan melibatkan, pinak kepolisian dan juga menuntut komitmen pemilik SPBU sendiri.

"Harapannya sanksinya tegas saja, Hiswana dan Pertamina kedepan melakukan pemecatan operator yang nakal, bisa juga bikin komitmen itu," ujarnya.

Tapi kembali lagi aturan perusahaan biasanya hanya teguran pertama sampai tiga, supaya Lubuklingau ini tidak ada hilirisasi besar tapi minyaknya kurang terus.

"Karena minyak ini tidak bisa dihitung rasionya. Sekarang jumlah penduduk dan kendaraan tidak bisa dihitung karena kita transit, dukungannya juga dari etle Polres, karena setiap hari mobil ekspedisi banyak, truk pengangkut pasir dan tanah banyak," ungkapnya. (eko hepronis/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved