Berita Muaraenim

5000 Ekor Bibit Ikan Nila Ditebar di Cek Dam Desa Harapan Jaya Muara Enim

"Ikan nanti silahkan dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak sehingga bisa benar-benar bermanfaat terutama bagi masyarakat," ujar Dandim.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Ahmad Farozi
ardani/sripoku.com
Danrem 044/GAPO Brigjen TNI M Naudi Nurdika menebar 5000 bibit ikan nila di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Rabu (14/9/2022). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Komandan Korem (Danrem) 044/GAPO Brigjen TNI M Naudi Nurdika didampingi Dandim 0404 Muara Enim Letkol Arh Rimba Anwar, menebar 5000 ekor bibit ikan nila di Cek Dam Blok I.A Desa Harapan Jaya Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim, Rabu (14/9/2022).

Selain menebar benih ikan, dalam kesempatan itu secara simbolis juga memberikan pupuk bagi para petani Jagung. Selanjutnya meninjau tanaman jagung diwilayah setempat,

"Ikan nanti silahkan dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak sehingga bisa benar-benar bermanfaat terutama bagi masyarakat," ujar Dandim.

Sedangkan tanaman Jagung, lanjut Dandim, ditanam dengan sistem tumpang sari di lahan tidur baik milik warga maupun milik perusahaan sembari menunggu tanaman sawit milik warga yang sedang peremajaan berproduksi.

Dan pihaknya mempersilahkan kepada masyarakat atau kelompok tani yang ingin menggunakan hand traktor yang berada di Kodim sebab itu juga merupakan bantuan pemerintah yang dititipkan ke Kodim.

"Saya sangat apresiasi, warga desa ternyata sangat menyambut dan rajin dalam bertani," pungkasnya.

Sementara itu Kades Harapan Jaya Trimo mengatakan, pihaknya terima kasih kepada Kodim dan Pemkab Muara Enim yang telah membantu sehingga desanya dapat bantuan bibit ikan nila dan bibit tanaman jagung dari Pemerintah.

"Saya minta kepada masyarakat untuk empat bulan kedepan ikan jangan dahulu diambil supaya lebih besar. Dan jika akan diambil jangan menggunakan jala, jaring, stroman apalagi tawas, cukup dengan cara memancing untuk menjamin kelangsungan ikan itu sendiri," imbaunya.

Dikatakan, untuk lahan tanaman jagung jenis P36 sistem tanam tumpang sari seluas 500 hektar berasal dari bantuan APBN dalam bentuk benih, pupuk, herbisida dan insektisida kepada petani sawit yang terkena program peremajaan sawit.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para petani Sawit yang sebelumnya tidak ada penghasilan akibat kebunnya diremajakan bisa mendapatkan penghasilan minimal selama 36 bulan kedepan yang baru bisa menghasilkan kembali dari buah Sawit.

Program tumpang sari ini sudah mulai dilakukan warga sejak bulan Mei 2022 dan terus secara bertahap sampai mencapai 500 hektar.

"Kita lakukan penanaman secara bertahap dan sistim spot bukan hamparan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved