Berita Palembang

'YA ALLAH TEGANYA' Orangtua Santri Gontor Ingin Bertemu Pelaku yang Bunuh Anaknya, Mau Peluk

Pertama, ingin aku peluk mereka, benar-benar kupeluk kuat. Mungkin tidak bisa ngomong, cuma bisa menangis

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/Chairul Nisyah
Soimah ibu dari almarhum Albar Mahdi, santri Pesantren Gontor asal Kota Palembang, yang meninggal diduga dianiaya, Minggu (11/9/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Soimah orangtua dari AM santri Gontor asal Kota Palembang ingin bertemu dengan dua pelaku yang menghabisi nyawa anaknya.

Soimah mengaku ingin melihat wajah dan memeluk pelaku yang membunuh anaknya AM santri Gontor asal Palembang.

Soimah ingin bertemu dan memeluk pelaku setelah Polres Ponorogo menetapkan dua pelaku pembunuhan terhadap AM santri Gontor asal Palembang.

“Pertama, ingin aku peluk mereka, benar-benar kupeluk kuat. Mungkin tidak bisa ngomong, cuma bisa menangis saja,” ungkap Soimah, Senin (12/9/2022).

Selain itu, Soimah ingin sekali melihat wajah kedua pelaku.

"Ya Allah teganya," kata dia.

Baca juga: Kronologi Lengkap Kejadian Santri Gontor Tewas Dianiaya Terungkap, Sempat Kejang & Ada Korban Lain

Ia mengaku lega pihak kepolisian akhirnya menetapkan dua tersangka kasus pembunuhan terhadap anaknya.


“Alhamdulillah, sedikit lega dengan tertangkapnya dua tersangka.
Semoga pihak kepolisian bisa mendalami penyebab k3mat*an ini dan diusut tuntas sampai selesai,” kata Soimah.

Namun ia meminta pihak kepolisian untuk terus mengusut kasus kematian anaknya tersebut.

Sebab keluarga sempat mendapatkan surat dari pihak Rumah Sakit Yasfin Darussalam yang menyatakan bahwa korban meninggal akibat sakit, bukan karena dianiaya.

Surat itu dikeluarkan tepat pada hari kematian korban.

“Bukan hanya ke pelakunya saja, tapi pihak-pihak terkait yang menyebabkan anak saya meninggal. Semoga permasalahannya bisa terang benderang dan jelas,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo, Jawa Timur, menetapkan dua tersangka terkait t3wa*nya santri Pondok Modern Darussalam Gontor asal Palembang berinisial AM.

Dua tersangka itu adalah MFA (18) asal Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) dan IH (17) asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Keduanya merupakan santri sekaligus senior korban di Pondok Gontor dan sudah dikeluarkan dari ponpes tersebut.

Dua tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved