Berita Palembang

BANGUN Proyek Siring, Negara Rugi Rp 500 Jutaan, Mantan Kades Kuripan Disidang

Yang mana dalam perbuatanya terdakwa Yusman Effendi telah memanipulasi laporan keuangan dan pajak desa ke kas negara

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Oknum mantan Kepala Desa, Kuripan Selatan, Kecamatan Rambang Dengku, Kabupaten Muara Enim, Yusman Effendi terdakwa kasus dugaan korupsi dana desa senilai Rp. 557.000.000, jalani sidang dakwaan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Oknum mantan Kepala Desa, Kuripan Selatan, Kecamatan Rambang Dengku, Kabupaten Muara Enim, Yusman Effendi terdakwa kasus dugaan korupsi dana desa senilai Rp. 557.000.000, jalani sidang dakwaan.

Sidang digelar mantan Kades Kuripan dilakukan secara virtual di ketuai oleh hakim Efrata H Tarigan SH MH di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (13/9/2022).

Dalam dakwaannga JPU mengatakan jika terdakwa mantan Kades Kuripan Yusman Effendi sebagai Kades Kuripan Selatan periode 2016-2020 berdasarkan hasil penyidikan

Ditemukan telah melakukan pelanggaran dalam pemanfaatan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa.

"Yang mana dalam perbuatanya terdakwa Yusman Effendi telah memanipulasi laporan keuangan dan pajak desa ke kas negara dalam APBDes Kuripan Selatan dana desa," ujar JPU Kejari Muara Enim dalam sidang, Selasa (13/9/2022)

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum Ari Prasetyo menjelaskn bahwa terdakwa juga diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan parit Siring.

Pembangunan parit siring itu menggunakan anggaran yang berasal dari dana Desa, namun pada pelaksanaanya tidak sesuai RAB sehingga menyebabkan kekurangan volume senilai Rp. 93.000.000.

"Jika diakumulasi dari penyimpangan tersebut dari tahun 2016-2020 berdasarkan audit inspektorat terdapat nilai kerugian negara sebesar Rp. 557.000.000. Dan uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa," jelasnya.

Atas perbuatanya, terdakwa Yusman Effendi dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tipikor.

Atas dakwaan tersebut, terdakwa Yusman Effendi melalui kuasa hukumnya, tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved