Berita Musirawas

ADA yang Bawa Bayi, Puluhan Guru Honor Ngadu ke Bupati Mura, Lulus Passing Grade tapi Belum Diangkat

Para guru berharap Bupati Mura Hj Ratna Machmud dapat mengangkatnya menjadi P3K di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/EKO MUSTIAWAN
Para guru honorer TK, SD dan SMP yang dinyatakan lulus passing grade rekrutmen P3K namun belum diangkat, ramai-ramai datangi Kantor Bupati Mura, Selasa (13/9/2022). 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS - Puluhan guru honorer TK, SD dan SMP di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mendatangi Kantor Bupati Mura, Selasa (13/9/2022) pagi.

Mereka mengaku telah dinyatakan lulus passing grade pada rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), namun belum diangkat.

Kedatangan para guru honorer tersebut untuk mengadukan nasibnya ke Bupati Mura, Hj Ratna Machmud.

Baca juga: Terima Kasih Pak Ratu Dewa 3500 Guru Honorer di Palembang Diperjuangkan Jadi PPPK

Mereka berharap Bupati Mura Hj Ratna Machmud dapat mengangkatnya menjadi P3K di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura.

Bahkan, satu dari para guru honorer tersebut nekat membawa anaknya yang masih balita, demi mendapatkan kepastian nasibnya dari Bupati Mura.

Desti Elis Setyaningsih sebagai koordinator yang merupakan guru honorer SMP Negeri Giriyoso Kecamatan Jayaloka mengatakan total ada 106 guru honorer mulai dari TK, SD dan SMP dinyatakan lulus passing grade tes rekrutmen P3K tahun 2021 lalu.

"Kami totalnya ada 106 orang. Mereka sudah lulus passing grade pada tes P3K tahun 2021 tahap pertama dan kedua, tapi belum ada formasi atau belum diangkat," kata Desti kepada Sripoku.com, Selasa (13/9/2022).

Dikatakan Desti, untuk mendapat kepastian nasibnya tersebut, hari ini sebagian guru honorer tersebut mendatangi Bupati Mura di kantornya.

Harapannya mendapat jawaban pasti dari Bupati sebagai pengambil keputusan.

"Kami datang, mau ngadu nasib ke bupati. Berharap bisa diangkat juga menjadi P3K Kabupaten Mura," jelasnya.

Selain itu, lanjut Desti, kedatangannya ke Kantor Bupati juga mempertanyakan alasan Pemkab Mura tidak mengangkatnya.

Padahal, berdasarkan peraturan yang ada, semua pengangkatan P3K dikembalikan ke daerah.

"Sebelumnya kami sudah datang ke Komisi 4 DPRD Kabupaten Mura, mereka setuju. Kalau memang kendalanya anggaran, tahun ini kan ada 97 guru yang pensiun, setidaknya angkat untuk pengganti yang pensiun," ujarnya.

Ditambahkan Desti, dari hasil pertemuan, bupati menyampaikan akan menelusuri dulu kenapa kami tidak masuk formasi.

"Harapannya secepatnya karena kami terbentur waktu deadline, kalau sampai portal SSCASN sudah terbuka, tapi nasib kami belum jelas, kalau belum ada kebijakan atau deal-deal di Pemkab, tidak tahu bagaimana nasib kami nanti," ungkapnya.

Bupati Mura, Hj Ratna Machmud menemui para guru honorer TK, SD dan SMP yang mendatangi Kantor Bupati Mura, Selasa (13/9/2022). Mereka mengaku dinyatakan lulus passing grade rekrutmen P3K namun belum diangkat.
Bupati Mura, Hj Ratna Machmud menemui para guru honorer TK, SD dan SMP yang mendatangi Kantor Bupati Mura, Selasa (13/9/2022). Mereka mengaku dinyatakan lulus passing grade rekrutmen P3K namun belum diangkat. (SRIPOKU.COM/EKO MUSTIAWAN)

Sementara itu, Bupati Mura, Hj Ratna Machmud berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura selaku pihak pelaksana.

"Saya percaya apa yang disampaikan bapak ibu itu benar. Tapi saya akan telusuri dulu, kenapa tidak masuk formasi. Saya tanya dulu ke disdik, apa penyebabnya. Saya tidak bisa jawab sekarang," kata Hj Ratna Machmud kepada para guru honorer tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved