Berita OKI

3 Bulan Mendekam Dipenjara, ASN di OKI Senang Hirup Udara Bebas, Kasus Korupsi tak Terbukti

Kini Tabroni bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan bekerja sebagai ASN usai mendekam selam tiga bulan di penjara.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Nando
Tabroni salah seorang ASN di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI mengaku senang akhirnya bisa menghirup udara segar, Senin (12/9/2022) malam 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -Tabroni salah seorang ASN di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI mengaku senang akhirnya bisa menghirup udara segar.

Tabroni bebas dari penjara karena tak terbukti kasus korupsi yang sempat menjeratnya.

Kini Tabroni bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan bekerja sebagai ASN usai mendekam selam tiga bulan di penjara.

Vonis bebas yang disampaikan hakim Pengadilan Tipikor Palembang pada Senin (12/9/2022).

Kedua terdakwa Tabroni Perdana dan Roni Candra resmi dikeluarkan dari lembaga pemasyarakatan kelas 2B Kayuagung.

Hal tersebut disampaikan Abriansyah selaku Kuasa hukum bahwa keduanya sudah dapat menghirup udara bebas dan berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing.

"Hari ini menjemput klien kita untuk pulang kerumah terkait dengan putusan hakim yang membebaskan klien kita dari perkara tindak pidana korupsi," ujarnya kepada awak media, Selasa (12/9/2022) pagi.

Menurutnya yang menjadi dasar vonis bebas yang disampaikan hakim yaitu karena tidak adanya bukti dalam fakta persidangan.

"Menjadi dasar apa yang dituntut dakwaan dari jaksa tidak terpenuhi dari unsur-unsur yang didakwakan kepada klien kami. Pertama terkait masalah IUP, lalu masalah kerugian negara tidak terbukti dalam fakta persidangan," tegas dia.

Sedangkan untuk pengembalian uang yang diperintahkan majelis hakim kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI sebesar Rp 317 juta yang disita. Pihaknya tidak mau berkomentar banyak.

"Karena klien kami tidak pernah terkait masalah uang. Uang itu hanya di terdakwa dua (Roni Candra) dan yang mengembalikan uang adalah Roni,"

"Klien kita tidak pernah memegang sepeser uang dalam terkait pengadaan bibit karet ini," imbuhnya.

Sementara itu, Tabroni Perdana merasa senang bisa bebas setelah 3 bulan mendekam di penjara dan dapat segera menjalankan aktivitas lagi sebagai ASN di Disbunnak OKI.

"Alhamdulillah senang bisa bebas dan segera beraktivitas sebagai pegawai negeri," ujarnya.

Saat disinggung mengenai pemberhentian jabatannya sebagai Kepala Bidang di Disbunnak OKI. Selama dirinya ditahan di lapas.

Tabroni menyebutkan akan berkoordinasi terlebih dulu dengan pimpinan pihak-pihak lainnya di kantornya.

"Perhentian sudah prosedur dari BKD OKI dan tidak bisa menghalanginya. Tinggal lagi saya akan laporan saja kepada kepala dinas, selanjutnya kebijakan itu akan diserahkan kepada pimpinan gimana bagusnya," imbuhnya.

Dikatakan lebih lanjut, dirinya mengucapkan terimakasih kepada pengacaranya yang telah maksimal membantu menyelesaikan permasalah.

"Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada ketiga pengacara saya yang sudah berjuang dengan sangat gigih memperjuangkan saya. Sehingga bisa bebas seperti hasil yang kita lihat," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved