Berita Pali

Hiburan Malam Berlarut Hingga Menjelang Subuh, Ketua PCNU : Kurang Pengawasan dan Perbup Dikangkangi

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), DR Kyai Erlin Susri menyoroti kian maraknya pesta

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/cr2
ILUSTRASI, Suasana hiburan malam yang larut hingga menjelang subuh dengan lantunan musik remix. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan 

SRIPOKU.COM, PALI - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pali (Penukal Abab Lematang Ilir), DR Kyai Erlin Susri menyoroti kian maraknya pesta atau hiburan malam hingga larut malam, bahkan sampai waktu Subuh, Senin (12/9/2022).

Tentunya berlarutnya waktu hiburan malam dengan lantunan musik tersebut kurangnya perhatian dan pengawasan dari pihak terkait.

Kendati Pemkab Pali telah menelorkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang hiburan dan tampaknya tetap dikangkangi oleh pengusaha hiburan.

Sehingga hiburan malam molor hingga larut malam, sehingga mengganggu ketentraman di lingkungan dan berdampak besar pada masyarakat khususnya anak muda maupun tua bahkan remaja terlibat disana.

"Pelaksanaan hiburan malam yang lewat pukul 24.00, jelas melanggar Perbup PALI Nomor 44 Tahun 2018," tegas Erlin Susri.

Dimana jelas Erlin Susri, seperti tertuang dalam Perbup Bab IV Pasal 5 bahwasanya dilarang mengadakan kegiatan hiburan yang menggunakan alat musik dari pukul 24.00 sampai pagi.

"Sekarang faktanya di lapangan setelah diamati kegiatan masyarakat baru-baru ini di beberapa tempat wilayah Kabupaten PALI, terkhusus kegiatan hiburan malam kian marak," ungkap Ketua PCNU yang berharap pemerintah dan yang berwenang memperhatikan hal tersebut.

Hal demikian dinilai kurangnya pengawasan, lantaran faktanya kerap masih ditemukan pelanggaran di lapangan.

"Artinya pengawasan kegiatan seperti ini oleh pihak kepolisian dan pihak terkait sampai ke pemerintah desa tidak berjalan maksimal seperti yang dituangkan pada Perbub tersebut pada bagian pengawasan," tambah Erlin Susri

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten PALI lebih serius menerapkan aturan tersebut.

Sebab, apabila diabaikan maka akan bertolak belakang dengan semboyan PALI SERASI NIA.

"Ayo kita bersama berjuang maksimal menekan angka kriminal disebabkan peluang penyebabnya lebih besar. Karena hiburan malam yang melewati pukul 24.00 WIB, rentan disalahgunakan dan menjadi peluang besar menyebarnya narkoba, judi, miras, pergaulan bebas dan kenakalan remaja," tutur Erlin Susri.

Terpisah, menanggapi hal tersebut, Plt Kasat Pol PP PALI Harun mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti laporan masyarakat terkait masih ditemukannya hiburan dengan menggunakan alat musik hingga menjelang waktu subuh. 

Benar berdasarkan Perbup nomor 44 tahun 2018, menyebutkan bahwa hiburan dengan menggunakan alat musik dilarang mengandung unsur remix. 

"Kemudian batas main jam 12 malam. Oleh karena itu, terkait laporan masyarakat tersebut Insya Allah akan kita tindak lanjuti," tegas Harun. (cr2)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved