Pengabdian Masyarakat Dosen FKIP Unsri Demonstrasikan Bikin Alat Penggiling Ikan 

Lebih dari 10 karyawan UKM Kerupuk dan Kemplang WATET, Desa Meranjat I Dusun II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
Handout
Tim Dosen Prodi Pendidikan Teknik Mesin FKIP Unsri diketuai Edi Setiyo, S.Pd., M.Pd.T mendemonstrasikan pengelasan pembuatan alat penggiling ikan program PPM kepada Wati Ketua UKM Kerupuk dan Kemplang WATET, Desa Meranjat I Dusun II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir, Senin (6/11/2022). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz


SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Lebih dari 10 karyawan UKM Kerupuk dan Kemplang WATET, Desa Meranjat I Dusun II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir binaan Wati terkagum menyaksikan demonstrasi proses pembuatan alat penggiling ikan Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) dosen program studi Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sriwijaya (Unsri). 


Jalannya kegiatan PPM yang berlangsung 6-8 September 2022 ini melibatkan beberapa dosen Prodi Pendidikan Teknik Mesin dengan diketuai oleh Edi Setiyo, S.Pd., M.Pd.T., Adapun anggota dosen dari pengabdian ini Drs. Harlin, M.Pd., Wadirin, S.Pd., M.Pd. dan Anugrah Agung Ramadhan, S.Pd., M,Pd.T. Dosen Prodi Teknik Mesin Wirawan Adipradana, S.T., M.T. 


Ketua Pelaksana PPM, Edi Setiyo., S.Pd., M.Pd.T  menjelaskan bahwa PPM sendiri adalah kegiatan rutin tahunan, yang wajib dilakukan oleh setiap dosen. Hanya saja lokasi pelaksanaan dan tim berbeda-beda. 


Materi dalam setiap pengabdian masyarakat pun membahas masalah yang terjadi dalam masyarakat disesuaikan pada tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan pengabdian tersebut, kegiatan yang biasanya dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan pengelasan, penyuluhan, kerja sosial, sosialisasi dan lain sebagainya.

 

“Kegiatan pengabdian pada masyarakat itu sendiri di bawah naungan lembaga penelitian dan pengabdian pada masyarakat (LPPM) Unsri,” kata Edi Setiyo kepada Sripoku.com, Minggu (11/9/2022). 


Pada hari pertama, Selasa 6 September 2022 dibuka oleh ketua Tim PPM Edi Setiyo., S.Pd., M.Pd.T. Setelah coffee break dengan mengkoordinir anggotanya, ketua team PMM memulai langkah dengan membuat gambar desain, dilanjutkan dengan persiapan alat dan pengelasan, pemotongan bahan, perakitan kerangka mesin dengan proses pengelasan, finishing dengan proses pengecatan kerangka dengan akhir kegiatan di hari pertama diadakannya evaluasi. 


Pada hari kedua, Rabu 7 September 2022 pengenalan mesin penggiling yang sudah dibuat di hari pertama oleh Drs. Harlin, M.Pd. dilanjutkan dengan pendemonstrasian oleh Edi Setiyo, S.Pd., M.Pd.T. dengan langsung memberikan contoh penggunaan alat sesuai prosedur serta memperhatikan keamanan operator.


Pada Hari ketiga, Kamis 8 September 2022 dilakukan peninjauan fungsi alat oleh Wirawan Adipradana, S.T., M.T. dan Pengamatan tingkat produktivitas oleh Wadirin, S.Pd., M.Pd.T. dengan tujuan memastikan mesin berjalan dengan baik dan efisien. Pada penghujung kegiatan dilakukan penyerahan alat secara simbolis oleh Edi Setiyo, S.Pd., M.Pd.T. kepada Wati selaku salah satu UKM di Desa Meranjat 1 dan diakhiri dengan doa bersama.


Hasil dari kegiatan PPM ini sudah sesuai dengan tujuan awal yaitu untuk memberikan bimbingan dan pendampingan kepada UMKM sasaran untuk dapat mengembangkan dan merancang produk penggiling daging sehingga proses produksi pembuatan kerupuk dan kemplang lebih efektif dengan efisiennya waktu proses penggilingan daging yang digunakan dalam proses pembuatan kerupuk tersebut. 


Hasil efisiensi tersebut dilihat dari perubahan waktu proses penggilingan daging yang semula membutuhkan waktu 2 jam untuk menggiling 5 kg daging ikan gabus dengan menggunakan alat manual. Sedangkan hasil menggiling dengan menggunakan alat yang dikembangkan hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk menggiling 5 kg daging ikan gabus.


Hal senada juga diutarakan Wati selaku ketua UMKM yang mengaku sangat terbantukan bisa lebih mempersingkat waktu proses penggilingan dengan inovasi ini. 


”Saya terbantu dengan adanya kegiatan ini mulai dari pembimbingan dan bantuan alat penggiling sehingga UMKM saya dapat mempersingkat waktu proses penggilingan yang awalnya selalu menggunakan cara manual dan memakan waktu yang cukup lama. Harapan saya ke depannya kegiatan ini tetap berlanjut dengan adanya inovasi-inovasi lainnya yang dapat membantu UMKM kami," kata Wati.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved