Beri Isyarat, Santri Gontor yang Meninggal Sempat Cerita Tentang Sistem di Pondok 'Ingin Mengabdi'

Kabar meninggalnya santri pesantren Gontor asal Palembang, Albar Mahdi, cukup membuat publik heboh.

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Chairul Nisyah
Soimah ibu dari almarhum Albar Mahdi, santri Pesantren Gontor asal Kota Palembang, yang meninggal diduga dianiaya, Minggu (11/9/2022). 

 


Ibu almarhum Albar Mahdi juga mengatakan, jika putra kebanggaannya itu selalu berceloteh ingin memperbaiki sistem di Pondok.

 


"Kemarin waktu Aak berceloteh ingin memperbaiki sistem di pondok saya belum paham, sistem yang seperti apa yang dia maksud," ujar Soimah.

 


Namun setelah kematian putranya itu barulah dia sadar, bahwa sistem yang dia maksud adalah untuk memperbaiki sistem agar tidak terjadi tindak kekerasan di lembaga pendidikan dan pengalihan pengasuhan dan pengawasan kepada senioritas.

 


"Aak ingin lembaga pendidikan tidak terjadi kekerasan, dia juga ingin memperbaiki pengalihan pengasuhan dan pengawasan kepada senioritas yang sudah turun temurun sejak Pondok di dirikan," jelasnya.

 


Baik Soimah maupun suaminya Didi tidak pernah menyangka, bahwa putranya itu akan menghembuskan nafas terakhir secara tragis di Pondok tempat dia menimba ilmu.

 


Pihak keluarga juga menyayangkan sikap pihak Ponpes Gontor yang dinilai menutupi peristiwa sebenarnya. 

 


Soimah menjelaskan jika pihak pesantren awalnya mengatakan jika putranya tersebut meninggal karena sakit.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved