Berita Palembang

'Bak Main Tinju Dipukul Berkali-kali' PKS Palembang Terus Kampanyekan Tolak Kenaikan BBM

Kemudian mereka mau berangkat lagi tertekan seperti ini, susah memang. Ibarat orang bertinju berkali-kali terpukul.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
handout
Ketua DPD PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Kota Palembang, Ir. H. Baharudin, MM 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua DPD PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Kota Palembang, Ir. H. Baharudin, MM menyatakan akan terus mengkampanyekan menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi yang telah diumumkan pemerintah 3 September 2022 lalu.

"Tetap kita kampanyekan mari kita bersama-sama menolak bukan hanya dari PKS, tapi dari kita semua karena dampaknya kita semua masyarakat kecil. Kalau yang berpenghasilan barangkali tidak terasa. Tapi bagi masyarakat kecil merasakan sekali dampaknya," ungkap Baharudin kepada Sripoku.com, Minggu (11/9/2022).

Ia tak menampik bakal menyuarakan penolakan tersebut seperti yang dilakukan ratusan massa dari DPD Partai PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Kota Palembang dengan aksi simpatik Flashmob di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Sabtu (10/9/2022) kemarin.

"Kemarin kita sudah menggelar aksi. Rencananya kemarin kita seribu massa. Tapi dibatasi oleh kepolisian. Terpenting kita menyampaikan aksi simpatik Flashmob PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi," kata pria kelahiran Palembang, 27 Maret 1968.

Baharudin yang tercatat pernah menjadi anggota Fraksi PKS DPRD Sumatera Selatan (2004 - 2009) menjelaskan meskipun pemerintah memberikan bantuan sosial.

"Tapi kan tidak terlalu berdampak signifikan. Kenaikan BBM bersubsidi ini terasa sekali multiplier effect," kata Bahar.

Ia menjelaskan PKS seluruh Indonesia melakukan aksi ini baik di parlemen, maupun menggelar aksi simpatik sampai ke daerah-daerah.

"Kita masih konsentrasi membela rakyat melakukan penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi karena dampaknya luar biasa itu terhadap kehidupan masyarakat kecil konsumsi masyarakat harga cabai naik, sayuran dan seterusnya karena dampak dari kenaikan BBM. Biaya transportasi naik, jadi mau tak mau akan mengiringi kenaikan juga kan," jelas Bahar.

Sedangkan kata Bahar, pendapatan masyarakat tidak bertambah. Karena kondisi sekarang ini baru recovery dari pandemi covid 19.

Apalagi kemarin banyak UMKM banyak roboh, bangkrut. Kemudian mereka mau berangkat lagi tertekan seperti ini, susah memang. Ibarat orang bertinju berkali-kali terpukul.

"Kita mengajak masyarakat bahwa bukan PKS sendiri yang menolak itu karena dampaknya bukan hanya terhadap PKS saja. Seluruh masyarakat Indonesia. Bersama-samalah menggalang itu supaya kita satu suara. Kita melawannya seperti itu," serunya.

Seperti diketahui aksi partai PKS turun ke Monpera kemarin itu merupakan aksi simpatik Flashmob PKS menolak kenaikan harga BBM berdiri bersama rakyat untuk menyuarakan hati rakyat dalam struktur ke pemerintah, sehingga harga BBM turun.

"Jadi masyarakat terdzolimi yang dibebankan masyarakat. Kasihan, miris sekali, Masya Allah. Masyarakat mau menyekolahkan anaknya saja susah, mencari makan susah. Mencari nafkah untuk makan besok saja susah. Tapi terus dibebani. Ini yang jadi konsen kami sekarang ini," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved