Breaking News:

Berita Muba

Cegah Stunting, Katar Bayung Lencir Beri Asupan Gizi untuk Anak-anak

Kedatangan mereka bertujuan untuk pemenuhan gizi dalam masa 100 hari balita,  dengan membagikan kebutuhan pokok

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
Ketua TP PKK Bayung Lencir Agustuti Imron bersama Karang Taruna Bayung Lencir ketika memberikan asupan gizi terhadap anak terindikasi stunting. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Sebagai upaya penurunan angka stunting di kabupaten Musi Banyuasin (Muba), para pemuda di Kecamatan Bayung Lencir yang tergabung dalam Karang Taruna bersama Tim Penggerak PKK Bayung Lencir secara door to door mendatangi rumah warga yang terdapat balita.

Kedatangan mereka bertujuan untuk pemenuhan gizi dalam masa 100 hari balita,  dengan membagikan kebutuhan pokok terutama nutrisi yang sangat diperlukan bagi anak-anak yang tengah dalam masa pertumbuhan.

Ketua Karang Taruna Bayung Lencir, Panji Syahputra S.Sos mengatakan, pembagian asupan gizi untuk anak-anak ini berupa bahan makanan penuh nutrisi seperti ayam, ikan dan tahu tempe.

"Kita akan lakukan kegiatan secara berkesinambungan, dan dua Minggu ke depan juga akan dilakukan di tempat lain," ujarnya, Sabtu (10/9/2022).

Ia menjelaskan, Karang Taruna Kecamatan Bayung Lencir ini tak berhenti memberikan bantuan makanan bernutrisi melainkan bersama Ketua TP PKK Kecamatan Bayung Lencir, Pustu Dinas Kesehatan secara rutin tiap dua minggu sekali mengecek perkembangan si bayi dan ibunya. 

"Di Desa Suka Jaya ini ada empat bayi yang kita pantau dan datangi sesuai data dari tim teknis Percepatan Pencegahan Stunting Muba (TPPS).

Mereka adalah Shella Aisya, 2,1 bulan, 8,5 kg, tinggi 73,5, Raina Safia Aqila, 2,9 bulan, 10 kg, 77 cm, M Ayyas Allah Aziz, 1,6 bukan, 8,5, 69 cm, Abidah Dania Humairah, 2,3 bulan, 8,5 kg, 76 cm. Kita tiap dia minggu sekali akan pantau terus," jelas Panji.

Sementara itu, Wakil Ketua TPPS Sunaryo  SSTP MM yang juga Kepala BAPEDA Muba menyebutkan prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Muba berdasarkan hasil SSGI Tahun 2019 sebesar 23,04 persen dan pada tahun 2021 menjadi 23 persen. 

Sedangkan menurut hasil penilaian status gizi balita yang diambil dari aplikasi e-PPGBM pada tahun 2019 prevalensi balita stunting sebesar 8,9 persen dan bila dibandingkan dengan tahun 2021 prevalensi balita stunting sebesar 2,2 persen. 

"Hal ini menunjukkan adanya penurunan angka stunting di Kabupaten Muba, namun pencegahan Stunting tetap menjadi prioritas yang harus dilaksanakan secara integritas," ujarnya.

Sebelumnya, komitmen Pemkab Muba terhadap penanganan stunting dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2017-2022 sebagai upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia, dengan target penurunan angka stunting menjadi 11,8 persen di tahun 2022.

Adapun tiga tujuan dari rembuk stunting Kabupaten Muba yakni mencakupi, menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting Kabupaten secara terintegrasi, kemudian mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting, dan membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting.

Sasarannya seluruh penduduk Kabupaten Muba fokus pada masyarakat yang beresiko stunting, seperti keluarga miskin, remaja putri anemia, ibu hamil, dan bayi usia 0-24 bulan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved