Berita Muba

Menyamar Sebagai Petugas PLN, Komplotan Pencuri di Muba Gasak Kabel Listrik Sepanjang 1,8 KM

Penyamaran yang dilakukan komplotan ini cukup rapi, dengan mengenakan topi dan rompi orange, khas petugas PLN.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Empat tersangka komplotan pencuri kabel PLN di jalan Sekayu - Betung, ditangkap jajaran Polres Muba. Tampak saat rilis ungkap kasus di Mapolres Muba, Jumat (9/9/2022). 

SRIPOKU.COM,SEKAYU - Dengan menyamar sebagai petugas PLN, komplotan pencuri di Muba berhasil menggasak kabel listrik milik PLN sepanjang 1.800 meter atau 1,8 kilometer di jalan Sekayu - Betung, Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu, Muba.

Penyamaran yang dilakukan komplotan ini cukup rapi, dengan mengenakan topi dan rompi orange, khas petugas PLN.

Namun aksi mereka kini terhenti. Aparat Polres Muba berhasil menggulung komplotan spesialis pencuri kabel listrik ini, termasuk penadahnya.

Para pelaku pencuri kabel yang ditangkap adalah, Panji Irawan (36), M Maulana Pratama (18), Candra Irawan (27) dan seorang penadah bermana Yono (31).

Keempat tersangka ini semuanya warga Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba. Sedangkan satu pelaku lagi, berinisial J, masih diburu petugas dan masuk dalam daftar DPO.

"Dari ke empat terangka ini, tiga pelaku pencurian dan satu penadah. Masih ada satu tersangka lagi masih DPO berinisial J," kata Kapolres Muba AKBP Siswandi melalui Kasi Humas AKP Susianto, Jumat (9/9/2022).

Dikatakan, dalam beraksi, para pelaku menggunakan tali yang diikatkan tang. Kemudian ditempatkan ke kabel listrik yang menjadi target pencurian. Kabel kemudian ditarik kebawah lalu dipotong dengan tang.

Kabel hasil curian itu kemdian dibawa masuk ke dalam hutan dan dikupas menggunakan kayu. "Kabel yang sudah dikupas dijual kepada tersangka Yono seharga Rp 17 ribu rupiah perkilogram," katanya.

Dikatakan, para tersangka ini merupakan spesialis pencuri kabel PLN yang sudah beraksi berkali-kali di tempat terpisah.

Berdasarkan laporan yang masuk ke polres Muba, sedikitnya mereka sudah beraksi di tiga lokasi. Yakni di Desa Lumpatan, di Kolam Renang dan di Desa Bailangu - Epil.

"Sedangkan untuk Kecamatan Sekayu adapula kejadian yang sama di Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Keruh, dan di pastikan para pelakunya adalah komplotan ini," katanya.

Menurutnya, aksi para tersangka ini bisa menjalan mulus karena salah satu dari mereka pernah bekerja di PLN.

"Jadi mereka tahu betul mana kabel yang mengandung aliran listrik atau tidak. Yang jadi sasaran pencurian adalah kabel cadangan," ujarnya.

Ditambahkan, barang bukti yang berhasil disita dari para pelaku berupa 1 potong kabel listrik PLN tips A3CS 150 MM panjang 5,60 M, 1 gulungan kulit kabel A3CS 150 MM panjang 600 M.

Kemudian dua potongan kayu yang dililit kulit kabel, 1 buah isolator, 1 unit sepeda motor, 1 buah helm safety, 1 buah topi, 1 buah tang, 1 buah gergaji besi, 1 buah parang dan 1 buah rompi.

“Para tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1), ke 4 dan ke 5 tentang tindak pidana curat dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun ke atas. Sedangkan tersangka Yono akan di kenakan pasal 480 ke 1 dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved