Berita OKU Timur

Kasus Santri Tusuk Ustadz di OKU Timur, Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

"Tetap kita proses hukum dan sampai sekarang masih berjalan," ujar Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP Apromico, Jumat (9/9/2022).

Editor: Ahmad Farozi
edo/ts
IS (17) santri pelaku penusukan terhadap BS seorang ustadz di Ponpes saat diperiksa di Unit PPA Satreskrim Polres OKU Timur beberapa waktu yang lalu. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Pihak kepolisian memastikan, proses hukum terhadap IS (17) santri yang melakukan penusukan terhadap seorang ustadz terus berjalan.

Meskipun IS tergolong dibawah umur, namun kesalahan yang sudah ia lakukan sangat fatal bahkan nyaris menghilangkan nyawa seseorang.

Korban mengalami luka tusuk di bagian bahu dengan 30 jahitan, kemudian juga 20 jahitan di tangan.

"Tetap kita proses hukum dan sampai sekarang masih berjalan," ujar Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP Apromico, Jumat (9/9/2022).

Menurutnya, pelaku juga terancam hukuman pidana penjara. Terkait berapa lama dan seperti apa hukumanya pihak kepolisian menyerahkan pada putusan pengadilan nantinya.

"Pasti dipidana," ujarnya singkat.

Sebelumnya salah seorang santri berinisial IS nekat menusuk ustadznya sendiri, BS, ketika korban hendak melakukan sholat ashar di Ponpes yang berada di Kecamatan Bunga Mayang, OKU Timur pada Rabu (31/8/2022) yang lalu.

Pelaku warga Desa Ulu Danau, Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten OKU Selatan ini nekat melakukan hal tersebut dikarenakan sakit hati sering ditegur (dimarahi) oleh korban.

Dari pengakuan pelaku IS, pisau yang ia gunakan itu memang sengaja ia bawa dari rumah sudah sejak lama untuk berjaga-jaga. (edo/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved