Saat Mahasiswa Demo Menolak Kenaikan Harga BBM, Gubernur Sumsel Bagikan Motor di Anniversary ADO

Ketua DPD ADO Sumsel redam anggota tidak turun kejalan tetapi akan kita suarakan kepada pemerintah, kita minta kepada pemerintah

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel M Asrul Indrawan dan Regional CEO BRI RO Palembang, Wahyudi Darmawan berfoto bareng usai menyerahkan bantuan beras, peresmian koperasi ADO, pembagian kartu anggota BRIZZI serta pemotongan tumpeng ada Anniversary ADO Sumsel ke V di Stadion Kamboja Palembang, Kamis (8/9/2022). 

SRIPOKU, PALEMBANG --- Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel M Asrul Indrawan akhirnya mengaku meredam aspirasi anggota yang hendak menggelar aksi demo turun ke jalan terkait penolakan kenaikan harga BBM, namun ia justru mengusulkan sepakat membuat petisi meminta kepada Aplikator atau perusahaan penyedia jasa aplikasi untuk menaikkan tarif driver online.

"Kita memang sedang berduka kawan-kawan tapi begitu banyak aliran cerita bahwa Pakwo kapan kita demo, Pakwo kapan kita aksi turun ke jalan, saya bilang kita jangan aksi kita suarakan kepada pemerintah, kita minta kepada pemerintah pusat untuk pengaturan tarif atas dan tarif bawah itu ada di setiap provinsi," tegas M Asrul Indrawan dalam sambutan Anniversary ADO Sumsel ke V di Stadion Kamboja Palembang, Kamis (8/9/2022).

Di hadapan tamu undangan termasuk Bapak Driver Online Sumsel H Herman Deru, Asrul meminta agar jangan lagi untuk mengambil kebijakan tersebut mesti di pusat.

Biarkan kami di daerah, pemerintah provinsi yang mengaturnya sesuai kulturnya, sesuai dengan aturan yang dia ada.

"Biar kami berkomunikasi dengan pemerintah saya lebih senang duduk bersama, bercerita betapa susahnya mitra kita," kata Asrul yang juga CEO Radio Momea.

ADO Sumsel juga akan menyampaikan aspirasi 6.241 driver online di Sumsel ini, untuk mengurangi pemotongan dari penghasilan driver online yang tadinya sampai 30 persen menjadi 10 persen.

"Saya juga minta aplikator jangan terlalu banyak motong untuk driver mereka ini banyak Pak Gubernur ada yang 30 persen, ada yang 20 persen harapan kita dari ADO cukup 10 persen untuk perusahaan," ujar Asrul yang disambut riuh terikan dan tepukan dukungan massa ADO Sumsel.

Ketua Pengprov Wushu Indonesia Sumsel ini menyatakan akan membuat petisi hari ini dan semua Pakwo dan Bukwo menandatangani bahwa sepakat untuk menaikkan tarif dan menurunkan untuk aplikator.

"Menurunkan kultur aplikator tidak mengubah suasana. Kami menghidupi semua keluarga di rumah. Perlu bantuan. Saya Pak rela menyuruk-nyuruk bahasa Palembangnya, memohon, meminta kepada jajaran yang bisa membantu kami untuk lebih sejahtera," ujarnya.

Asrul menegaskan teladnya jika kesejahteraan driver online menjadi fokusnya sejak menakhodai ADO Sumsel.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved