Breaking News:

Komitmen Dorong UMK Naik Kelas, Pertamina Berikan Hibah Teknologi Tepat Guna

Pertamina menyediakan wadah bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) berprestasi untuk naik kelas yang dilakukan secara terstruktur

Editor: adi kurniawan
Handout
Melalui program UMK Academy, Pertamina menyediakan wadah bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) berprestasi untuk naik kelas yang dilakukan secara terstruktur, berjenjang dan terintegrasi sesuai dengan kebutuhan. 

SRIPOKU.COM PALEMBANG -- Pertamina berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi.

Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Melalui program UMK Academy, Pertamina menyediakan wadah bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) berprestasi untuk naik kelas yang dilakukan secara terstruktur, berjenjang dan terintegrasi sesuai dengan kebutuhan.

Harapan para UMK, tren dan tantangan pasar, dan sebagai sarana untuk membantu meningkatkan jangkauan pasar produk mitra binaan. 
 
Para pelaku usaha yang tergabung dalam program UMK Academy dikelompokkan berdasarkan kondisi usahanya diantaranya, Kelas Go Modern yang mayoritas diisi oleh UMK dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Kemudian kelas Go Digital dan Go Online dari sektor perdagangan, jasa, dan industri. Serta kelas Go Global bagi UMK yang benar-benar siap mengisi pasar dunia melalui kegiatan ekspor.
 
Selain memberikan pendampingan dan pelatihan, melalui program ini Pertamina juga memberikan hibah teknologi tepat guna sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi UMK melalui pemberian alat berteknologi tepat guna. 
 
Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan Pertamina senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) di mana hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan dan sosial, demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.
 
"Melalui program UMK Academy, harapannya dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sehingga akan meningkatkan omset penjulan dan menjadi mitra binaan yang naik kelas," Kata Nikho.
 
Salah satu pelaku UMK yang terpilih untuk mendapatkan hibah teknologi tepat guna ini adalah Yunita Antoni, Yunita yang memiliki usaha toko sembako telah menjadi mitra binaan Pertamina sejak September 2020, dengan  nilai pinjaman modal sebesar 70 juta rupiah.
 
Pada tahun 2021, Yunita terpilih untuk mengikuti program UMK Academy dan  setelah rajin mengikuti rangkaian program UMK Academy dan untuk mendukung usaha nya, Pertamina memberikan hibah teknologi tepat guna berupa 1 unit freezer dengam volume 500 liter.
 
Pada kesempatan lainnya, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Palembang menjadi salah satu penerima penghargaan lingkungan hidup sebagai pembina dari salah satu Desa yang berkontribusi dalam melestarikan lingkungan hidup, yang dalam hal ini adalah Desa Pulau Semambu, di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, melalui kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim). 
 
Penghargaan merupakan salah satu wujud apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memberikan dukungan dan kerja samanya dalam melestarikan lingkungan hidup. 
 
Program Kampung Iklim (Proklim) yang telah dikembangkan dan dilaksanakan sejak tahun 2011 sebagai gerakan pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas, terbukti dapat menggerakkan semua kalangan.

Baik dari masyarakat maupun berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, lembaga/organisasi non pemerintah, dan mitra pembangunan dalam melaksanakan aksi lokal adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi GRK. 
 
Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengucapkan terima kasihnya terhadap apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Sumatera Selatan.

Kemudian perusahaan dan juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengendalian perubahan iklim dengan berpijak pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) No. 13 mengenai pengambilan tindakan dalam mengatasi perubahan iklim. 
 
“Perusahaan akan terus berkontribusi aktif dalam mengatasi perubahan iklim, karena perubahan iklim adalah tantangan global yang dampaknya bukan hanya pada lingkungan saja, tetapi juga pada perilaku, fisik, dan mental manusia," tutup Nikho.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved