Berita Lahat

Meski Rampung 100 Persen, Pusat Kuliner Lahat Belum Difungsikan, Ini Penjelasan Kadis Perkim Lahat

"Tidak ada kendala lagi. Hanya saat ini masih menunggu meja kursi yang dianggarkan di APBD Perubahan," katanya, Rabu (7/9/2022).

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Ahmad Farozi
ehdi amin/sripoku.com
Bupati Lahat, Cik Ujang, bersama jajaran meninjau Pusat Kuliner Lahat, beberaa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Secara fisik, pembangunan pusat kuliner yang terletak di Jalan Mayor Ruslan Kelurahan Pasar Lama, Lahat, sudah selesai.

Meski sudah selesai, namun sampai saat ini, pusat kuliner tersebut masih belum difungsikan. Dilokasi, masih ditutup rapat dengan seng.

Terkait ini, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (Perkim) dan Pertanahan Kabupaten Lahat, Limra Naupan, tidak menampik pembangunan pusat kuliner sudah rampung 100 persen.

Dia juga menegaskan tidak ada kendala terhadap pasar kuliner tersebut.

"Tidak ada kendala lagi. Hanya saat ini masih menunggu meja kursi yang dianggarkan di APBD Perubahan," katanya, Rabu (7/9/2022).

Dikatakan, kemungkinan pusat kuliner yang diberi nama "Pusat Kuliner Lahat" itu akan dibuka tahun 2022 ini. Sekarang katanya, masih masuk dalam tahap pemeliharaan. Untuk pengelolaan, kemungkinan dilakukan oleh Pemkab Lahat.

"Tahun ini dibuka, pastinya belum tahu kapan. Untuk pengelola, jika pihak ketiga, maka harus dipelajari dulu dan ada mekanismenya. Kita harus menunggu juga paling tidak di anggaran perubahan," ujarnya.

Dia menggambarkan, bentuk pusat kuliner itu posisi depan taman terbuka. Kemudian dibagian tengah ada panggung yang bisa digunakan untuk even atau acara.

Selanjutnya bagian belakang ada dua sayap yang akan dibuat kios-kios kuliner sebanyak 18 kios. "Ada wahana tempat anak-anak bermain juga" katanya.

Sebelumnya, Bupati Lahat, Cik Ujang mengatakan, dengan dibukanya pusat kuliner nanti, akan ada tempat baru untuk keberagaman kuliner di Kabupaten Lahat.

Dia menyarankan, kuliner ditenpat itu nantinya harus ada makanan khas Kabupaten Lahat. Sedangkan makanan khas luar daerah lain juga boleh dan makanan minuman yang sedang tren saat ini juga bisa dilibatkan.

"Keberadaan pusat kuliner ini bisa menggeliatkan perekonomian masyarakat, terlebih masyarakat sekitar. Kita minta pengelola maupun masyarakat untuk menjaga dan dipelihara karena kita membangunnya menggunakan dana yang cukup besar," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved