Makam Jenazah Santri Gontor Akan Dibongkar Besok Untuk Diautopsi, Polisi Sudah Periksa 16 Saksi

Polres Ponorogo Jawa Timur akan melakukan pembongkaran kuburan guna untuk melakukan autopsi terhadap santri Gontor asal Palembang yang meninggal

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel.com/Linda
Titis Rahmawati SH MH yang merupakan kuasa hukum keluarga santri Gontor meninggal akibat adanya kekerasan, Rabu (7/9/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polres Ponorogo Jawa Timur akan melakukan pembongkaran kuburan guna untuk melakukan autopsi terhadap AM (17) yang merupakan anak dari Soimah dan Rusdi yang meninggal dunia diduga karena menjadi korban penganiayaan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 1 Ponorogo, Jawa Timur.

"Benar (Polisi Ponorogo) ke sini dalam proses pemeriksaan klien kami, dan juga pemberkasan yg akan segera dilengkapi, dari polres itu akan BAP ibu korban, proses persiapan untuk autopsi terhadap AM," ujar Titis Rahmawati SH MH yang merupakan kuasa hukum keluarga korban, Rabu (7/9/2022).

Kepastian autopsi dilakukan setelah kedua orang tua korban bersedia jasat anaknya dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti dari meninggalnya AM.

"Keluarga insyaallah bersedia, karena sudah diskusikan tadi jadi kita putuskan harus autopsi besok (8/9/2022) sekira pukul 9 WIB," jelasnya.

Lanjut Titis, menurutnya, ia telah berkomunikasi dengan pihak penyidik terkait proses yang akan dilakukan terhadap AM.

"Sampai sejauh ini dibahas, mereka butuh tidak terlalu banyak dan tidak sedetailnya, namun polisi hanya melihat dan menemukan penyebab kematiannnya saja," terang dia.

Kata Titis, Proses BAP yang dilakukan penyidik Polres Ponorogo sendiri dilakukan kurang lebih dua jam lamanya.

"Sempat kita hentikan (BAP), fokus autopsi, awalnya keluarga agak berat untuk dilakukan autopsi terhadap anaknya, akan tetapi setelah tadi keluarga Sholat Ashar dan minta petunjuk dan berdialog secara kebatinan dengan anaknya, akhirnya diputuskan bersedia untuk otopsi," ungkap Titis.

Sementara itu, kata Titis, berdasarkan informasi yang ia terima dari pihak kepolisian, sudah ada 16 saksi yang telah dimintak keterangan terkait kasus tersebut.

"Kita dapat informasi ada 16 saksi yang telah diperiksa, sedangkan untuk pelaku sudah diamankan atau belum saya belum tahu," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved