Berita Palembang

DITUDUH Mencuri, Santri di Palembang Malah Jadi Korban Jambret, Korban Sempat Dipukuli Pelaku

Saat itu anak saya bersama temannya A (14) keluar dari Pondok Pesantren Tijarotallantabur karena anak saya Santri di sana

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
MAI santri di Kota Palembang menjadi korban penjambretan saat melapor ke Mapolrestabes Palembang, Rabu (7/9/2022) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - MAI (14) santri di Kota Palembang terkejut saat dirinya dituduh mencuri saat membuang sampah oleh pengendara sepeda motor di Jalan Banten IV, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Pengendara motor itu meminta MAI santri di Palembang ini untuk mengeluarkan barang-barangnya saat dituduh mencuri.

MAI santri di Palembang merasa tidak mencuri mengeluarkan barang-barangnya dari celannya termasuk handpone miliknya.

Tak disangka tuduhan pencurian itu hanya siasat kedua pelaku saja untuk menjambret ponsel milik MAI santri di Palembang ini.

Atas kejadian itu orangtua korban Meyzuar (36) melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

Menurutnya kejadian itu terjadi di depan Pondok pesantren Tijarotallantabur yang beralamat di Jalan Banten IV, Kelurahan 16 Ulu, kecamatan SU I Palembang, Senin (5/9/2022) sekira pukul 03.00.

"Saat itu anak saya bersama temannya A (14) keluar dari Pondok Pesantren Tijarotallantabur karena anak saya Santri di sana," kayanya kepada wartawan usai membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (7/9/2022).

Dirinya menjelaskan, bahwa anaknya keluar bersama temannya dari Pondok Pesantren untuk membuang sampah.

Kemudian tiba-tiba datang dua orang laki-laki tidak dikenal mengendarai motor.

"Kata anak saya kalau kedua orang ini menuduh anak saya seorang pencuri, kemudian menyuruh anak saya mengeluarkan barang-barang di dalam celananya," katanya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved