Menangis Histeris, Ibu Korban Berharap Kejadian Serupa Tidak Terulang Khsusnya di Pondok Pesantren

Orang tua Albar Mahdi masih tidak percaya anak yang dicantainya meninggal dunia saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Gontor 1

Penulis: Oki Pramadani | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/OKI PRAMADANI
Orang tua Albar Mahdi masih tidak percaya anak yang dicantainya meninggal dunia saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Gontor 1 pusat Ponorogo, Jawa Timur didampingi pengacara Titis Rahmawati 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Orang tua Albar Mahdi masih tidak percaya anak yang dicantainya meninggal dunia saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Gontor 1 pusat Ponorogo, Jawa Timur.


Apalagi anaknya tersebut meninggal dunia karena diduga mengalami penganiayaan di pondok pesantren.


Soimah (44), yang merupakan ibu korban saat diwawancarai awak media terus menangis karena kesedihan atas putranya yang meninggal tersebut.


Dengan mata sembab Soimah terbata-bata mengukapkan harapanya atas insiden meninggal meninggalnya anak yang ia cintai.


"Harapanya cukup saya yang mengalami insiden ini, kejadian seperti ini jangan sampai dialami oleh orang lain," ujarnya, Selasa (6/9/2022).


Menurutnya, dalam dunia pendidikan jangan sampai ada lagi kasus kekerasan seperti ini, khususnya di pondok pesantren.


"Dalam dunia pendidikan jangan pakai fisik lagi," ucapnya.


Sedangkan saat ditanyai tentang proses penyelidikan atas meninggal anaknya, Soimah tak sanggup berkata lagi.


"Silahkan kuasa hukum saja yang bicara, saya serahkan kepada kuasa hukum untuk bicara lebih jauh, karena kondisi saya masih sangat syok," ucapnya.


Sementara itu, Titis Rahmawati SH MH yang merupakan kuasa hukumnya mengatakan, bahwa telah ada pihak yang mengaku dari perwakilan dari pihak pesantren yang menghubungi orang tua korban.


"Telah ada pihak yang mengaku dari perwakilan pihak pesantren yang menghubungi ibu korban, namun saya harapkan bahwa pihak tersebut untuk menghubungi dirinya sebagai kuasa hukum Soimah yang sering berkomunikasi dengan klienya," terangnya.


Sebab, kata Titis, Ibu korban saat ini masih sangat syok atas meninggalnya Albar saat sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren.


"Tidak mungkin ibu Soimah untuk bisa diajak bicara dengan tenang," ucap dia.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved