Berita Palembang

'CUKUPLAH ANAK SAYA' Tangis Ibu Santri Gontor Asal Palembang yang Meninggal Diduga Dianiaya

"Cukuplah anak saya, jangan ada korban lagi," kata Soimah sambil menangis, Selasa (6/8/2022).

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Oki Pramadani
Keluarga santri Gontor asal Palembang mengelar konferensi pers atas kematian AM saat menuntut ilmu di pondok pesantren tersebut, Selasa (6/9/2022) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tangis Soimah (44), ibu dari santri yang meninggal dunia di Pondok Modern Darusalam Gontor (PMDG) Ponorogo, kembali pecah saat mengetahui perkembangan kasus kematian sang putra.

Sambil menangis Soimah berharap dunia pendidikan tak menggunakan cara kekerasan, sehingga tak ada lagi pelajar atau santri yang meninggal akibat peristiwa itu.

"Cukuplah anak saya, jangan ada korban lagi," kata Soimah sambil menangis, Selasa (6/8/2022).

AM salah seorang santri Gontor asal Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) meninggal dunia pada Senin, 22 Agustus 2022 pukul 10.20 WIB.

Perwakilan pondok yang mengantar jenazah saat itu melaporkan penyebab meninggalnya AM akibat kelelahan saat mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Namun Kepergian AM santri Gontor asal Palembang itu meninggalkan tanda tanya besar kepada keluarga.

Kasus ini mulai mulai terbuka usai Soimah curhat ke pengacara Hotman Paris saat berada di Palembang, Minggu (4/9/2022).

Hotman Paris kemudian mempostingan curhatan Soimah ke sosmed miliknya hingga peristiwa itu viral.

Belakangan pihak Gontor mengakui menemukan adanya dugaan penganiayaan dalam kematian AM.

Bahkan pihak Gontor kini sudah mengeluarkan santri yang diduga terlibat dalam kematian AM.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved