Berita Muaraenim

DUA Preman Kampung Ditangkap Polsek Rambang Dangku Polres Muara Enim Sesaat Setelah Peras Kontraktor

Dua preman tersebut menyetop pekerjaan proyek jalan cor di Desa Baturaja yang sedang dikerjakan oleh Adi Susanto sambil meminta uang

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Sudarwan
Dok Polres Muaraenim
Dua preman kampung yakni Ajisman (25) dan Esi Syahbudin (42), keduanya warga Desa Baturaja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Tarantula Unit Reskrim Polsek Rambang Dangku, Polres Muara Enim, Sabtu (3/9/2022). 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Dua preman kampung yakni Ajisman (25) dan Esi Syahbudin (42), keduanya warga Desa Baturaja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Tarantula Unit Reskrim Polsek Rambang Dangku, Polres Muara Enim.

Mereka diduga telah melakukan pemerasan terhadap seorang kontraktor bernama Adi Susanto (41), warga Kelurahan Sukaraja, Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, di Desa Baturaja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 17.00.

Informasi yang dihimpun pada Sabtu (3/9/2022), kejadian tersebut bermula ketika mereka menyetop pekerjaan proyek jalan cor di Desa Baturaja yang sedang dikerjakan oleh Adi Susanto sambil meminta uang dengan alasan untuk uang pengawasan.

 

Jika kontaktor tidak mengabulkan permintaan tersebut mereka tidak akan mengizinkan pihak kontraktor untuk bekerja sebelum melakukan pertemuan.

Adi Susanto berkomunikasi dengan mereka melalui telepon dan menanyakan bagaimana caranya agar pekerjaan tersebut tidak terhambat.

Saat itu mereka mengatakan untuk bertemu dulu agar enak berbicara.

Sebelumnya kedua preman dilaporkan meminta uang ke pihak Pertamina sebagai pemilik proyek, maka pihak Pertamina pun menyampaikan hal tersebut kepada kontraktor.

Dari informasi Pertamina tersebut kontraktor sudah mengerti kalau preman tersebut ingin meminta uang.

Atas adanya upaya pemerasan tersebut kontraktor tersebut melaporkan ke Polsek Rambang Dangku dan akhirnya disepakati tempat penyerahan uang tersebut.

Ketika kedua preman dan korban bertemu, korban memberikan uang sebesar Rp 5 juta kepada pelaku dengan tujuan agar pekerjaan mereka lancar dan tidak ada lagi gangguan dari pelaku.

Namun ternyata para preman tersebut belum puas hanya diberikan uang Rp 5 juta dan meminta agar uang tersebut ditambah lagi menjadi Rp 10 juta dengan alasan banyak yang harus dibagi.

Namun kontraktor mengatakan bahwa ia tidak membawa uang lebih dan memilih meninggalkan pelaku.

Seusai menerima uang tersebut tim Tarantula Unit Reskrim Polsek Rambang Dangku langsung bergerak dan langsung melakukan OTT terhadap pelaku.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan uang sebesar Rp 5 juta dari saku celana bagian depan sebelah kanan pelaku Ajisman.

Setelah itu kedua pelaku langsung diamankan bersama barang bukti ke Polsek Rambang Dangku untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto melalui Kapolsek Rambang Dangku AKP Faizal Kamil didampingi Kasubag Humas Polres Muara Enim Iptu RTM Sitomorang, membenarkan jika pihaknya telah mengamankan kedua tersangka bersama barang bukti berupa uang tunai pecahan Rp 50 ribu sebesar Rp 5 juta, satu unit handphone Oppo A52, dan celana panjang Levis warna biru merk Wrangler.

Atas perbuatan tersebut kedua tersangka akan dikenakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved