Pemkot Palembang Libatkan 150 Pelaku UMKM Dalam Sukseskan Car Free Night di Sekanak Lambidaro

Pemkot Palembang Launcing Car Free Night di kawasan Sekanak Lambidaro setiap Sabtu dan Minggu malam.

Penulis: Mita Rosnita | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Mita Rosnita
Walikota Palembang Harnojoyo secara resmi melaunching Car Free Night malam sabtu dan malam Minggu di kawasan Sekanak Lambidaro, Jumat (2/9/2022) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Kota atau Pemkot Palembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menunjuk para pelaku usaha mikro yang tergabung dalam komunitas atau asosiasi untuk terlibat aktif pada pelaksanaan Car Free Night di Kawasan Sekanak Lambidaro setiap Sabtu dan Minggu malam.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Palembang, Sulaiman Amin pada kegiatan Launcing Car Free Night di kawasan Sekanak Lambidaro, Jumat (2/9/2022).

"Jadi disinilah panggung bagi pelaku usaha dan seni yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Kota Palembang. Bahkan hingga hari ini saat pelaksanaan launching saja sudah ada sebanyak 90 tenda dengan 150 umkm yang tergabung untuk meramaikan Car Free Night setiap hari Sabtu dan Minggu di Sekanak Lambidaro," katanya saat diwawancarai Sripoku.com

Tidak hanya itu, menurutnya  saat ini pemerintah juga telah memberikan kemudahan bagi pekau usaha untuk kembali bangkit pasca pandemi Covid-19 yang melanda selama 2 tahun terakhir.

"Bagi mereka yang ingin membuka usaha disini tidak akan terbebani dengan adanya sewa tempat dan juga pungutan-pungutan lainnya, cukup bagi mereka  menjaga kebersihan dan syarat utamanya mereka harus terdata dalam sebuah komunitas ataupun asosiasi sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, hal itu disampaikan Sulaiman menjadi salah satu upaya agar Sekanak Lambidaro terbebas dari adanya para pedagang liar yang justru akan menjadikan tempat wisata malam tersebut berganti sebagai pasar malam.

"Hal ini sebagai upaya preventif adanya pedagang liar sehingga keseragaman dan kerapian juga terjaga, jangan sampai tempat wisata malah semrawut dan wisata malam berubah menajdi pasar malam," lanjutnya.

Sama halnya dengan kawasan Pedestrian di Jalan Jendral Sudirman, dia juga menyebutkan bahwa pemerintah terkait terus berubaya untuk melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder guna menjaga kelanggengan tempat wisata yang digadang-gadang akan terus dilakukan perluasan dari Kawasan Jalan Radial hingga Pasar 26 Ilir Palembang.

"Kami memang diminta untuk menjadikan sejumlah tempat di Palembang sebagai rekreasi wisata buatan, mengingat Palembang sendiri tidak memiliki destinasi wisata alam, dan bagaimana kita berupaya, berkolaborasi dan berkreasi menciptakan destinasi yang intinya untuk menumbuhkan ekonomi kreatif," sambungnya .

Apabila ekonomi sudah tumbuh dan masyarakatnya sejahtera Palembang diyakini olehnya akan menjadi tempat yang menarik dan kunjungan pariwisata pun akan meningkat.

"Jadi untuk mengurangi jumlah pedagang liar juga tentunya dengan tanggung jawab ini kami optimis dapat menumbuhkan kembali laju roda perekonomian masyarakat di Kota Palembang khususnya kalau disini yaitu warga Rumah Susun," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved