Berita Pali

Diduga tak Berizin, Pabrik Pembuatan Beton di Tanah Abang PALI Disoal Warga

"Kami akan datangi lokasi itu, untuk mengetahui kegiatan apa, peruntukkannya apa dan izinnya sudah ada atau belum," ujar Kades Tanah Abang, Erwadi.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Ahmad Farozi
reigan/sripoku.com
Warga Desa Tanah Abang Selatan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Pali mempersoalkan operasional batching plant atau tempat produksi ready mix/beton curah siap pakai diwilayah setempat, karena diduga tak berizin. Tampak aktivitas diokasi batching plant, Kamis (1/9/2022). 

SRIPOKU.COM, PALI - Warga Desa Tanah Abang Selatan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Pali mempersoalkan operasional batching plant atau tempat produksi ready mix/beton curah siap pakai diwilayah setempat.

Warga menilai, keberadaan batching plant tersebut diduga tak mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah terkait.

Andi warga sekitar lokasi mengatakan, dia telah mengetahui adanya pembuatan aktivitas pembuatan semen cor beton tersebut.

Tapi dia mengaku tidak tahu siapa kontraktor perusahaan pelaksana perusahaan tersebut. Sehingga, dinilai tak ada antisipasi soal dampak lingkungan.

"Padahal, untuk mendirikan batching plant, pemilik harus memiliki beberapa persyaratan atau izin yang harus dipenuhi sebelum usaha itu dimulai." Ujarnya, Kamis (1/9/2022).

Kepala Desa Tanah Abang Selatan, Erwadi menyatakan belum mengetahui aktivitas di lokasi itu. "Jangankan meminta izin ke pemerintah desa, siapa pemilik atau pengelolanya saja kami belum mengetahui," ujarnya.

Untuk menertibkan semua kegiatan usaha skala menengah keatas yang ada di desanya, dia berniat mendatanya.

"Kami akan datangi lokasi itu, untuk mengetahui kegiatan apa, peruntukkannya apa dan izin-izinnya sudah ada atau belum," ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya tidak melarang investor masuk ke wilayahnya dan membuka usaha dalam bentuk apapun. Tapi prosedur harus dijalani serta perizinan dilengkapi.

"Dan yang paling penting melapor ke pemerintahan desa supaya mengetahui kegiatan apa saja yang dijalani serta jumlah pekerja berapa, dari mana saja asal pekerja itu agar kami bisa mendata. Untuk perizinan juga lengkapi sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Camat Tanah Abang Adriand Edison mengatakan, pihaknya belum pernah dihubungi pihak pengelola pembangunan batching plant. Padahal lokasi itu tidak jauh dari kantor camat.

"Belum ada koordinasi dengan kami, baik pemilik atau pengelolanya. Padahal lokasi dekat dengan kantor kami," kata Camat.

Plt Dinas PMPTSP Pali, Rismaliza melalui Sekretaris Khairiman mengatakan, setelah dicek di data DPMPTSP, aktivitas pembangunan batching plant di Tanah Abang belum terdaftar.

"Kami segera cek ke lokasi untuk meminta kelengkapan administrasi dari pihak pengelola atau pemilik usaha," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved