Berita OKUS

Harga Naik Rp27 Ribu per Kg, Petani Kopi Sungai Are OKU Selatan Sumringah

"Alhamdulilah harga lumayan bagus, artinya kerja keras kita selama ini terbayarkan. Semooga harga kopi ini bisa stabil," ujar Supri, petani kopi.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Ahmad Farozi
alan nopriansyah/sripoku.com
Petani di OKU Selatan kini Sumringah seiring naiknya harga kopi. Dari Rp20 ribu naik jadi Rp27 ribu per kg. Tampak petani kopi diwilayah Kecamatan Sungai Are, sedang memanen kopi di kebunnya, Rabu (31/8/2022). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Petani kopi di Kabupaten OKU Selatan kini sumringah, seiring naiknya harga kopi. Dari Rp20 ribu per kilogram, kini harga kopi ditingkat petani mencapai Rp27 ribu per kilogram.

"Alhamdulilah harga lumayan bagus, artinya kerja keras kita selama ini terbayarkan. Mudah-mudahan harga kopi ini bisa stabil, bahkan bisa terus lagi kedepan," ujar Supri (36), salah seorang petani Desa Ujan Mas Kecamatan Sungai Are, OKU Selatan, Rabu, (31/8/2022).

Dikatakan, harga kopi mulai naik sejak sebulan terkahir ini secara bertahap.

Terkait musim panen, Supri mengatakan, karena dipengaruhi suhu dingin, diwilayahnya panen kopi selalu belakangan, dibandingkan musim panen diwilayah Kisam Raya dan sejumlah daerah lainnya di OKU Selatan.

Diwilayah Kisam Raya dan sekitarnya, musim panen kopi sudah berakhir sejak dua bulan lalu.

"Setiap tahunnya, memang diwilayah kami ini musim panen selalu belakangan atau terakhir, karena dipengaruhi suhu dingin. Tapi dengan panen belakangan ini malah jadi berkah, karena harga saat ini cukup lumayan," ujarnya.

Diceritakan, harga kopi pada bulan Juni dan Juli 2022 lalu cukup rendah. Dikisaran Rp19 ribu per kilogram. Harga rendah ini dirasakan petani kopi wilayah Kisam Raya.

Harga tak kunjung naik, membuat petani wilayah Kisam Raya yang sudah dipenghujung musim panen saat itu terpaksa menjual kopi dengan harga rendah untuk mencukupi kebutuhan ekonomi.

Sedangkan hasil panen kopi sepanjang tahun 2022 ini menurutnya, secara keseluruhan cukup memuaskan.

"Kapasitas panen tahun ini ada kenaikan. Dari kebun saya sendiri itu tahun kemarin sekitar dua ton. Sekarang hampir enam ton. Dari luas lahan 2.4 hektar," katanya.

Terkait jenis kopi yang ditanam petani diwilayahnya, menurutnya adalah kopi jenis asalan. Meski ada sebagian petani menanam kopi jenis Arabika, tapi jumlahnya tidak banyak.

"Di sini memang paling banyak petani menanam kopi jenis asalan. Arabika sebenarnya ada, tapi jumlahnya sedikit, paling untuk dinikmati sendiri," jelasnya.

Samuri salah satu pengepul kopi, mengakui memang adanya kenaikan harga kopi di bulan Agustus ini. Harga ditingkat petani kini mencapai Rp27 ribu kg dari sebelumnya RP20 ribu per kg.

Sedangkan harga jual kopi di gudang dikisaran harga Rp30 ribu per kg. "Harga kopi tahun 2022 ini memecahkan rekor. Karena baru tahun ini harga kopi naik sebesar Rp30 ribu," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved