Berita PALI

IRONI! Wilayah Penghasil Migas di PALI, Warganya Antre BBM Berjam-jam dan Cuma Miliki 2 SPBU

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikenal daerah penghasil Minyak dan Gas (Migas), namun warganya beberapa hari terakhir antre berjam-jam

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Reigan Riangga
Mengularnya antrean kendaraan hingga ke jalan poros yang mengisi BBM baik jenis solar maupun Pertalite di SPBU Mini Bilangan Beracung Kecamatan Talang Ubi, Rabu (24/8/2022). 

SRIPOKU.COM, PALI - Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikenal daerah penghasil Minyak dan Gas (Migas), namun warganya beberapa hari terakhir antre berjam-jam untuk mengisi bahan bakar minyak.

Warga yang datang dari daerah pelosok di PALI ke SPBU antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Mengularnya antrean kendaraan hingga ke jalan poros yang mengisi BBM baik jenis solar maupun Pertalite di SPBU Mini Bilangan Beracung Kecamatan Talang Ubi, Rabu (24/8/2022).

Wandi pengendara motor asal Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara berkata, bahwa dirinya rela antre nyaris dua jam lamanya demi untuk mengisi BBM jenis Pertalite.

Hal ini lantaran di desa hanya ada APMS (Agen Penyalur Minyak Subsidi) dan hanya beroperasi setengah hari lantaran tak cukup memenuhi volume kendaraan di Bumi Serepat Serasan yang kian menjamur.


"Desa kami sangat sulit mendapatkan BBM. Jadi, saya rela ke Pendopo untuk satu kali isi full Tanki motor. Meski antre lama, tapi Alhamdulillah bisa dapat," ungkapnya, Rabu.

Senada, Yanto warga Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Musi Banyuasin menuturkan bahwa didaerahnya beberapa hari terakhir sangat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

"Sebenarnya jarak antara desa kami ke Pendopo dengan yang menuju Sekayu Kabupaten Muba tak jauh berbeda. Namun, demi mesin kendaraan bisa jalan kami rela beli BBM asalkan kebagian." Katanya.

"Kami berharap pihak Pertamina menambah pasokan minyak khusus untuk wilayah Kabupaten PALI.

Karena dengan hanya ada dua SPBU warga sangat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi," jelasnya.

Sementara, salah seorang operator SPBU di Kecamatan Talang Ubi, Lombo mengaku sejak dua pekan terakhir pihaknya hanya bisa menjual BBM jenis solar dan Pertalite hanya bertahan setengah hari lantaran habis diserbu masyarakat.

"Memang jatah BBM untuk SPBU sudah dibatasi. Untuk kamu, BBM jenis solar saban harinya hanya dipasok 8 ton, sementara Pertalite 16 Ton.

Itu sudah kami subsidi sesuai peruntukannya. Kadang kalau sore hanya sisa BBM jenis Pertamax saja," ujarnya.(cr2)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved