Berita Palembang

ASDEKI Dukung Program National Logistic Ecosystem Agar Ekspor Lebih Efisien dan Berdaya Saing

Koordinasi Program National Logistic Ecosystem (NLE) bagi Anggota DPW ASDEKI Palembang dan sejumlah pengguna jasa logistik di Palembang

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Ts handout
Sekjen ASDEKI Khairul Mahalli menerima cendramata dari DPW Asosiasi Depo Kontainer Indonesia Sumatera Selatan (DPW Asdeki Sumsel) Plt Ketua Asdeki Sumsel Syahrial Rangkuti didampingi Ketua Panitia Muharam Achmad Tasin, Sekretaris Elvi Romi Sutanegara, usai sosialisasi dan koordinasi NLE di hotel Beston, Rabu (24/8/2022).  

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dewan Pimpinan  Pusat (DPP) Asosiasi Depo Kontener Indonesia (ASDEKI) melakukan Sosialisasi dan Koordinasi Program National Logistic Ecosystem (NLE) bagi Anggota DPW ASDEKI Palembang dan sejumlah pengguna jasa logistik di Palembang. 

Sekjen ASDEKI Khairul Mahalli mengatakan, ASDEKI satu-satunya asosiasi angkutan ke pelabuhan yang baru bergerak nyata dan mensosialisasikan program ini agar bisa terealisasi lebih cepat. 

"Kita bergerak sendiri dengan biaya sendiri mensosialisasikan program ini karena kita ingin NLE ini cepat terealisasi sebab Palembang kita targetkan 15 September sudah bisa berjalan," kata Khairul Mahalli di sela sosialisasi dan koordinasi NLE di hotel Beston, Rabu (24/8/2022). 

Sekjen ASDEKI Khairul Mahalli berfoto bersama DPW Asosiasi Depo Kontainer Indonesia
Sekjen ASDEKI Khairul Mahalli berfoto bersama DPW Asosiasi Depo Kontainer Indonesia Sumatera Selatan (DPW Asdeki Sumsel) Plt Ketua Asdeki Sumsel Syahrial Rangkuti didampingi Ketua Panitia Muharam Achmad Tasin, Sekretaris Elvi Romi Sutanegara, berfoto bersama usai sosialisasi dan koordinasi NLE di hotel Beston, Rabu (24/8/2022). 

Khairul Mahalli mengatakan, sejak awal mendukung Program National Logistic Ecosystem (NLE) karena sesuai instruksi Presiden dalam rangka logistik yang berdaya saing.

Harapannya dengan kegiatan membantu pemerintah dalam mengatur ekosistem logistik Indonesia sehingga lebih terukur dan efisien sehingga ekspor Indonesia lebih berdaya saing. 

Karena selama ini biaya ekspor lebih tinggi dibanding barang yang akan dijual sehingga hal ini membuat proses ekpor lebih sulit bersaing karena biaya produksi lebih tinggi. 

Berdasarkan data Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) 2016, biaya ekspor Indonesia sebesar 23 persen atau lebih kecil dibanding biaya ekspor 26 persen.

Meski lebih kecil namun nilai ini dinilai masih besar dan juga tidak terperinci secara detail seperti biaya ekspor tahun 2013 yang jelas rinciannya untuk transportasi, inventori dan admistrasi. 

Jika NLE diterapkan maka akan terwujud transparansi transaksi karena simplikasi proses bisnis pemerintah dan swasta, memudahkan mendapat informasi pasokan dan permintaan simetris berkat kolaborasi swasta dan pemerintah, titik inefisiensi logistik terindikasi. 

Sosialisasi ini kita lakukan menyeluruh mulai dimulai dari wilayah Barat yakni Semarang, Surabaya, Lampung, Palembang, Medan, Batam, Jakarta kemudian dilanjutkan di kawasan Timur yakni Makassar dan lainnya. 

"Semoga program ini bisa cepat diterapkan untuk mewujudkan ekosistem lebih logistik lebih efisien dan barang yang dikirim bisa terpantau keberadaanya dimana," tutupnya. 

Sosialisasi ini dihadiri KaKanwil Bea dan Cukai Sumbagtim, Ketua DPW ASDEKI, Tim Tekhnis NLE DJBC, DPW Asosiasi Depo Kontainer Indonesia Sumatera Selatan (DPW Asdeki Sumsel) Plt Ketua Asdeki Sumsel Syahrial Rangkuti, Ketua Panitia Muharam Achmad Tasin, Sekretaris Elvi Romi Sutanegara. 

 

 


 
 

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved