Berita Pali

Tiba-tiba Bak Dump Truk Angkutan Batubara Turun, Timpa Mekanik di Pali Hingga Tewas

Jajang tewas terjepit bak dump truk ketika sedang memperbaiki baterei yang berada dibagian bawah dump truk di bengkel Senin (22/8/2022).

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Ahmad Farozi
reigan/sripoku.com
Naas dialami Jajang Sulaeman (25), seorang mekanik angkutan batubara yang beroperasi wilayah Kabupaten Pali. tewas terjepit bak dump truk, Senin (22/8/2022). Korban saat dibawa ke RSUD Talang Ubi, Kabupaten Pali. 

SRIPOKU.COM, PALI - Naas dialami Jajang Sulaeman (25), seorang mekanik angkutan batubara yang beroperasi wilayah Kabupaten Pali.

Dia tewas terjepit bak dump truk ketika sedang memperbaiki baterei yang berada dibagian bawah dump truk di bengkel kawasan KM 64 Jalan Servo, pool PT Sapta Buana Indonesia, Senin (22/8/2022).

Yudha, saksi dilapangan menerangkan, korban tergencet dump saat memperbaiki baterai.

"Korban naik sasis. Selang sekitar satu menit, dump yang saat itu posisinya ngangkat tiba-tiba turun. Padahal di kabin mobil tidak ada orang. Saya saat itu sedang berada di bawah sasis mobil," katanya.

Bak dump yang turun itu langsung menggencet tubuh korban. Sehingga membuat korban tewas dilokasi kejadian.

Pasca kejadian, korban langsung dievakuasi dengan alat seadanya dibantu warga setempat. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Talang Ubi.

Kasat Reskrim Polres Pali AKP Marwan mengatakan, mobil (dump truk) yang menimpa korban tanpa muatan. Saat itu, korban sedang memperbaiki dump truk yang mengalami kerusakan baterai.

Tiba-tiba bak dump truk terjatuh dan menimpa korban hingga tewas ditempat. "Korban adalah mekanik, bukan sopir dump truk,” ungkapnya, Selasa (23/8/2022).

Dikatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Sementara, jenazah Jajang dibawa ke daerah asalnya, Jabar, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

"Beberapa saksi masih kami periksa untuk memastikan kronologi lengkapnya seperti apa" ujar Marwan.

Selain itu, pihak perusahaan tambang batubara selaku pemilik mobil tersebut juga ikut diperiksa untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah layangkan surat pemeriksaan untuk perusahaan, apakah ini ada kecelakaan kerja atau seperti apa,” katanya.

Dokter jaga IGD RSUD Talang Ubi, dr Efriyanti menjelaskan, saat tiba di RSUD, korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

"Pasien itu datang tidak sadarkan diri, nadi tidak teraba, pupil sudah melebar maksimal. Jadi dipastikan korban datang di IGD sudah meninggal dunia," katanya.

Dari hasil observasi tim medis diketahui, kondisi korban ada luka robek yang luas di telinga kiri dan bengkak pada bagian leher.

Tetapi dirinya belum bisa memastikan apakah patah, karena harus rontgen. Sementara untuk dilakukan rontgen tidak memungkinkan terhadap korban.

"Diduga akibat dari tergencet dump, membuat luka robek dan bengkak pada leher," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved